oleh

Masyarakat Desa Tawangsari Unjukrasa Minta Transparansi Anggaran Dana Desa

Tanganrakyat.id, Indramayu- Masyarakat Desa Tawangsari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu- Jawa Barat lakukan unjukrasa di depan Kantor Balai Desa Tawangsari pada kamis, 27 Agustus 2020.

Warga masyarakat menamakan diri Germas Tawangsari Bersatu menuntut 8 poin tuntutan:
1. Transparansi anggaran Dana Desa tahun 2020 dan di buatkan Baliho APBDES tahun 2020.
2. Setiap Musdes harus melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
3. Semua lembaga desa harus proaktif sesuai tupoksinya masing-masing.
4. Menuntut hak para petani
5. Transparansi terkait anggaran pemberdayaan masyarakat.
6. Pemdes mengupayakan instratuktur jalan utama.
7. Berantas pungli administrasi.
8. Kembalikan semua aset desa yang tidak jelas peruntukannya.

Unjukrasa yang dimulai pada Pukul 09.00 WIB pagi dan berahir pukul 10.00 WIB pagi tersebut di ikuti oleh ratusan masa warga Desa Tawangsari. Berjalan dengan kondusif, tertib dan, memakai masker sesuai protocol covid-19 serta, di kawal ketat dari pihak keamanan dan, sudah melampirkan surat pemberitahuan aksi ke pihak Polres Indramayu pada 25 agustus 2020 lalu.

Seperti yang di ungkapkan Sobirin selaku ketua aksi unjukrasa hari ini, Ia menuntut tentang anggaran dana desa yang tidak transparan dan, tidak tahu peruntukannya serta, agar di buatkan baliho infografis APBDES 2020 yang belum ada. “terkait hal-hal yang lain juga banyak, penggadaian aset desa, tidak menggunakan lelang sebagai mana mestinya sesuai perundang-undangan yang ada dan, kami akan menuntutnya” katanya.

“kemarin kami sudah berdialog dan melakukan mediasi dengan pihak kecamatan, namun, ternyata kami tidak mendapatkan respon,” lanjut Sobirin.

“kembalikan aset desa sesuai dengan hak hak masyarakat dan kami menginginkan keadilan. Selanjutnya kami akan melakukan unjukrasa susulan dengan masa yang lebih besar apabila aksi kami hari ini tidak di tanggapi,” pungkasnya.

Kuwu Desa Tawangsari Castana di temui di Balai Desa menanggapi persoalan tersebut mengatakan, bagaimanapun juga Ia siap mempertanggung jawabkan semua demi pembangunan yang menggunakan APBDES di desanya.

“mereka menuntut, yang jelas sapi dia mengatakan di surat bahwa sapi tersebut bukan untuk dapat di beli, padahal sapi tersebut dapat di beli ada segala sesuatunya dapat di pertanggung jawabkan dan, sudah di periksa oleh Inspektorat tidak ada masalah,” ucapnya.

“terkait pembangunan jalan, alhamdulillah sudah saya laksanakan dan sudah sesuai RAB dan, sudah di periksa inspektorat,” lanjut Castana.

Terkait tanah pengkok yang diduga digadaikan, menurutnya tanah tersebut bisa saja untuk kepentingan-kepentingan di desanya. Barangkali untuk kegiatan desa yang mungkin ada kekurangan.

“seperti mapag Sri atau sedekah bumi, yang pada umumnya di desa kami ada kegiatan nanggap wayang. sementara setiap tahun hasil dana dari hasil swadaya masyarakat hanya 6-7 juta sementara pengeluaran 18-19 juta. jadi gini, saya terus terang aja walaupun itu di katakan salah, mungkin saya belum memahami aturan tapi tujuan saya ingin membangun yang sangat di butuhkan di desa kami,” ungkapnya.

Masih menurut Kuwu Castana,
Luas tanah yang diduga di gadaikan sekitar 2 bahu dengan nominal 200 jutaan. Kemudian, dana tersebut di pergunakan untuk pembangunan beberapa infrastruktur di desanya.

“seperti pembangunan bedeng di dekat sedekah bumi, pembangunan pagar dan pengurasan, itu yang saya lakukan demi pembangunan di desa kami, walaupun ngambil dana tersebut. walaupun saya ngambil pinjaman uang dengan jaminan itu, tapi saya fokus untuk membangun di desa kami,” katanya.

Ia berharap sekali masyarakat desa Tawangsari bisa di kompromi, “ayok duduk bareng bersama, apapun yang menjadi keluhan kita pemerintah desa siap membenahi apabila ada kesalahan atau kekurangan,” harapnya.

Di tempat yang sama Camat Arahan Teti Rostati kepada awak media menjelaskan, bahwa setiap pembuatan administrasi kependudukan tidak ada yang menganjurkan untuk di pungut biaya apapun.

“tidak ada yang menganjurkan untuk di pungut biaya apapun, kalau seumpama masyarakat mau ngasih sendiri karena sudah jadi di urusin, itu mah terserah antara pribadi sama yang bikinin,” tuturnya.

tambahannya, kemarin itu dia bilang sharing, pas sudah masuk ke kecamatan saya tanya, ini tujuannya apa? mau memajukan Desa, apa mau menjatuhkan Kuwu atau keinginan apa yang lain.

Baca juga:Demo Warga Desa Tersana Terkesan Pembiaran, Seorang Ánggota DPRD Jawa Barat Perihatin

“kemudian, mereka menjawab: tidak ada, kami hanya ingin memajukan desa. ya sudah, saya ucapkan terimakasih sudah datang kesini. pihak kecamatan merasa sudah merespon dan, menerima dengan senang hati bahkan, kami foto bersama” tutupnya. (Candra)

Komentar

News Feed