Tanganrakyat.id, Mandailing Natal, – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 ini santer beredar kabar burung, jika salah satu Pasangan Calon (Paslon) yang berkontestasi dalam Pilkada ini mewajibkan untuk dipilih.
Kabar burung tersebut sebelumnya mengemuka di kalangan masyarakat dan sejumlah wartawan, sebab ada rumor Camat Se- Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga mengarahkan Kepala Desa (Kades) agar memerintahkan warganya untuk memilih salah satu calon dalam Pilkada ini.
Bahkan isu yang beredar itu juga mendapat sorotan dari calon lain, dan seolah semakin menguatkan bahwa rumor tersebut benar adanya dan terjadi di Pilkada tahun ini.
Para Camat yang di wawancarai pun membantah berbagai tuduhan tersebut, dan Camat Camat ini mengaku tetap bersikap netral, tidak mendukung calon manapun dalam Pilkada Madina ini, baik itu 01 Onma, maupun 02 Sahata.
Mereka juga mengaku tidak ada paksaan maupun perintah dari atasan mereka untuk mendukung dan mengarahkan Kepala Desa serta warganya untuk mendukung salah satu paslon yang dimaksud.
“Saya tidak pernah mengarahkan dukungan ke salah satu calon tertentu dalam pilkada ini, apalagi mengkordinir para kades kades. Kita sebagai Camat dan pejabat publik harus bersikap netral di Pilkada ini,” ucap Sudrajad Camat Kecamatan Siabu.
Selain itu, para Kades se-Kecamatan Siabu kata Sudrajad sudah ia imbau agar bersikap netral di Pilkada Madina, dan jangan memaksa warga untuk memihak ke salah satu paslon.
“Kalau ada issu yg menuduh saya berpihak ke colon tertentu itu tidaklah benar, dan saya juga sudah mengimbau para Kades agar jangan ada paksaan terhadap warganya untuk memilih calon, baik itu nomor 1 maupun nomor 2,” tambahnya.
Sementara, Camat Panyabungan Utara yang dikonfirmasi media ini langsung ke Kantornya mengaku tidak ada perintah maupun paksaan terhadap dirinya untuk meminta Kades mendukung paslon tertentu.
“Sampai saat ini tidak ada paksaan dari pihak manapun untuk saya mengarahkan Kades untuk kepentingan Pilkada, namun kalau ada pun nanti pasti akan saya bilang netral, jangan memihak ke paslon tertentu,” kata Hasan Basri di kantornya.
Baca Juga:
Maknai Hari Sumpah Pemuda, ini Kata Harun Mustafa Nasution
Hal yang sama juga dikatakan Camat Panyabungan Timur Rahmad Hidayat, ia mengaku tidak pernah berbuat seperti rumor yang beredar saat ini.
“Apalagi memaksa itu tidak diperbolehkan, silahkan cek ke lapangan, tanyakan langsung biar tidak terjadi fitnah,” kata Rahmad. Selasa (29/10/2024).
Sebelumnya, beredar kabar burung jika seluruh Camat se-Kabupaten Mandailing Natal diarahkan untuk mendukung salah satu paslon untuk kepentingan Pilkada.
Isu yang berkembang itu, para Camat diduga memaksa dan mengarahkan Kades dan Lurah untuk mendukung salah satu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina.
Seperti isu yang berkembang, mereka diduga melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala Desa untuk menekankan dan memilih salah satu dari dua paslon ke masyarakat.
Yang lebih anehnya lagi, mereka diduga menargetkan Kades agar warganya wajib memilih dan memenangkan salah satu paslon, dan menjanjikan sesuatu di waktu menjelang pencoblosan.













Comment