Tenjo Laut, Kuningan, tanganrakyat.id – Juleha (35), seorang pedagang nasi uduk dan gorengan di kawasan wisata Tenjo Laut, Cigugur, Kuningan, menjalani kehidupan yang tak biasa. Setiap malam, ketika kebanyakan orang terlelap dalam mimpi, Juleha justru sibuk mengaduk adonan dan membungkus nasi uduk pesanan. Ia baru bisa beristirahat sekitar pukul 10 pagi setelah selesai berjualan.
“Setelah nasi matang, langsung saya bungkus. Satu bungkus saya jual Rp10.000, lengkap dengan gorengan dua potong,” ujar Juleha saat ditemui di lapak jualannya, Minggu (26/1), pagi.
Demi memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya, Juleha rela berkorban waktu tidur. Setiap malam, ia bisa menghabiskan hingga 2 kilogram beras untuk membuat nasi uduk.
“Suami membantu saya memasak, jadi kami sama-sama begadang,” tambahnya.
Asli dari Cirebon, Juleha sudah 14 tahun merantau ke Kuningan. Keuntungan dari berjualan nasi uduk ia tabung untuk biaya hidup dan pendidikan anak-anaknya.
“Harapan saya, anak-anak bisa sekolah tinggi sampai kuliah. Saya ingin mereka menjadi orang yang sukses tapi jujur, jangan sampai korupsi,” tuturnya penuh harap.
Baca juga:
Kang Supardi, Wartawan Muda Penuh Berkah
Kisah Juleha ini menginspirasi banyak orang. Dengan semangat juang yang tinggi, ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan pengorbanan, mimpi besar bisa tercapai.













Comment