Kotanopan Membara: PETI Merajalela, Diduga Oknum Kades Terlibat, Aparat Penegak Hukum Dituding Lakukan Pembiaran

  • Bagikan
Kotanopan Membara: PETI Merajalela, Diduga Oknum Kades Terlibat, Aparat Penegak Hukum Dituding Lakukan Pembiaran (Foto : Ilustrasi)

Madina, tanganrakyat.id – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali memicu keresahan warga. Pesan-pesan yang masuk ke redaksi media ini melalui Facebook Messenger mengungkap praktik PETI yang semakin berani, bahkan diduga melibatkan oknum kepala desa (kades).

Warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, praktik PETI menggunakan alat berat ekskavator dan mesin dongfeng masih marak beroperasi. Yang lebih mengejutkan, seorang oknum kades berinisial “G” diduga kuat terlibat dalam aktivitas ilegal ini. Awalnya, ia disebut-sebut memiliki “box pencuci emas”, namun kini disinyalir beralih bekerja sama dengan para “pendompeng” (penambang liar).
“Itu bang, nampaknya kades setelah ketahuan bermain PETI pake box, nampaknya beralih kerja sama dengan pendompeng,” tulis seorang warga, Sabtu (8/3/2025).

Warga lainnya menambahkan, “On sangajo ma imanfaatkon pardompeng beko ni si kades i mangupas.. mang songon biasa mulak dompengi meraja lela.. siang main.. malam mangarsik (sudah dimanfaatkan pendompeng beko si kades untuk mengupas, sudah seperti biasa kembali dompeng itu merajalela.. siang main.. malam mengeringkan).”

Keresahan warga semakin memuncak karena aktivitas PETI ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga melanggar hak-hak warga. “Seharusnya semua ditutup, ini kulihat sudah suka-suka mereka saja sampai masuk ke pekarangan orang lain pembuangannya tanpa izin dari yang punya,” tegas seorang warga.

Ironisnya, aktivitas PETI ini justru semakin marak menjelang bulan Ramadan. Warga pun menuding aparat penegak hukum, khususnya Polsek Kotanopan, melakukan pembiaran. Padahal, Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK, telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk memberantas PETI di wilayahnya.

Menanggapi informasi ini, Kapolres Madina melalui Kasi Humas, Iptu Bagus Seto, SH, menyatakan terima kasih atas laporan warga dan berjanji akan segera menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan ke lokasi. “Terima kasih Bang informasinya, tim kita akan lakukan cek ke lokasi,” ujarnya singkat melalui telepon, Sabtu (8/3/2025) malam.

Pertanyaan Besar: Ada Apa di Balik Pembiaran PETI?

Kasus PETI di Kotanopan ini menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa aktivitas ilegal ini terus berlanjut di tengah komitmen Kapolres Madina untuk memberantasnya? Apakah ada oknum-oknum tertentu yang melindungi para pelaku PETI?

Baca juga:

Tim Gabungan Dinas LHK Sumut Amankan 1 Unit Excavator Milik Penambang Emas Liar

Masyarakat Kotanopan berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan dalam menangani kasus ini. Mereka mendesak agar semua pihak yang terlibat, termasuk oknum kades, segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

  • Bagikan

Comment