Indramayu, tanganrakyat.id – Semangat pembenahan sektor pariwisata di Indramayu, sayangnya, belum berpihak pada para pedagang kaki lima (PKL). Di tengah geliat pembangunan tempat belanja dan destinasi wisata, para PKL yang ingin mencari rezeki di sekitar area wisata justru dihadapkan pada biaya yang mencekik.
Para pedagang mengeluhkan mahalnya biaya akses untuk berjualan di area sekitar tempat wisata (bukan di dalam lokasi wisata). Mereka dipungut biaya antara Rp35.000 hingga Rp60.000 oleh oknum petugas yang menjaga area tersebut.
Cipto, seorang pedagang bakso bakar, mengungkapkan keluh kesahnya. “Sebenarnya, kami berjualan di luar area wisata, bukan di dalam. Tapi, petugas tetap meminta bayaran Rp35.000,” ujarnya dengan nada sedih, Jumat (4/4/2025).
Cipto menambahkan bahwa penghasilannya tidak sebanding dengan biaya yang harus ia keluarkan. “Setelah berjualan di sana, pembeli tidak ramai. Malah tekor karena harus bayar ke petugas,” keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Rendi, pedagang telur gulung. “Biayanya mahal sekali bagi kami, pedagang kaki lima. Ada yang sampai Rp65.000,” ungkapnya.
Para pedagang berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu dapat menjembatani komunikasi antara mereka dan pengelola tempat wisata. Mereka menginginkan adanya solusi yang saling menguntungkan, seperti diskon atau keringanan biaya bagi PKL.
“Harapan kami, Pemda bisa menjembatani antara pedagang kaki lima dan pengusaha wisata. Agar kami bisa saling mendukung, mungkin dengan semacam diskon atau solusi lainnya,” harap Rendi.
Baca juga:
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola tempat wisata maupun Pemda Indramayu terkait keluhan para pedagang kaki lima ini.













Comment