Semarang, tanganrakyat.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Best Booth dalam ajang Joint Convention Semarang (JCS) 2025. Perhelatan akbar yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Juli 2025 di Hotel Padma Semarang ini berhasil menarik lebih dari 2.400 peserta dari berbagai kalangan profesional industri, akademisi, hingga mahasiswa. Penghargaan ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme pengunjung terhadap kehadiran Subholding Upstream Pertamina, di mana booth PHE tak pernah sepi selama tiga hari pameran.
Ketua Umum JCS 2025, Gede Pramona, menjelaskan bahwa Joint Convention Semarang adalah forum kolaborasi lima asosiasi energi yang berfokus pada pembahasan ketahanan energi nasional, sejalan dengan arahan Presiden RI di tengah tantangan geopolitik global.
“Meskipun memiliki fokus yang berbeda, kelima asosiasi ini bersinergi membahas solusi dan teknologi baru demi kemandirian energi. Acara ini diharapkan menjadi wadah strategis yang berkelanjutan,” ujar Gede saat penutupan acara.
Hermansyah Y Nasroen, Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, mengungkapkan bahwa partisipasi PHE di JCS 2025 bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan pelaku industri dan meningkatkan pemahaman publik mengenai bisnis hulu migas. Tak hanya itu, JCS 2025 juga menjadi platform bagi PHE untuk memperkenalkan anak usahanya di bidang services, seperti PT Enusa Tbk, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), dan PT Badak NGL. “Booth PHE menyajikan informasi menarik dan edukatif mengenai kinerja ketiga anak perusahaan services ini melalui multimedia yang canggih, agar pengunjung dapat memahami peran mereka dalam menyukseskan swasembada energi nasional, sebagaimana diamanatkan dalam program Asta Cita pemerintah,” jelas Hermansyah.
PHE terus berkomitmen untuk berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas dengan berpegang teguh pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Selain itu, PHE juga menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan fraud dan menjaga perusahaan bersih dari segala bentuk penyuapan.
Baca juga:
Komitmen ini diperkuat dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.













Comment