Cirebon, tanganrakyat.id – Tahun ajaran baru selalu membawa cerita klasik bagi orang tua: urusan seragam. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada SMP Negeri 5 Kota Cirebon. Sejumlah orang tua murid mengeluhkan mahalnya biaya seragam yang mencapai Rp2.255.000 untuk empat stel seragam sekolah, termasuk batik, baju adat, rompi, kartu perpustakaan, dan kartu OSIS. Keluhan ini pun membanjiri media sosial.
Besaran biaya tersebut sontak menimbulkan keberatan, mengingat bukan sedikit uang yang harus dikeluarkan. Apalagi, tak jarang ada kesan sekolah “mengharuskan” pembelian seragam di sekolah dengan harga yang dianggap melambung.
Wakil Kepala SMP Negeri 5 Kota Cirebon, Maman Suryaman, mengklarifikasi bahwa pengadaan seragam ini sepenuhnya diselenggarakan oleh Komite Sekolah, dibantu oleh koperasi sekolah. “Angka itu bisa muncul pun, setelah dirapatkan dulu antara komite dan seluruh Wali murid. Justru rapat itu kami tidak ikut serta, kami hanya memperkenalkan diri dan menjelaskan program sekolah,” ujar Maman pada Selasa (22/7/2025).
Senada dengan Maman, Ketua Komite SMP Negeri 5 Kota Cirebon, Supirman alias Tong Eng, menjelaskan bahwa pembelian seragam ini bukanlah sebuah kewajiban.
Menurutnya, seragam-seragam tersebut memang tidak bisa didapatkan di tempat lain karena didesain khusus. “Kami membantu dengan cara mengundang penjahit untuk membuatkan seragam-seragam. Silakan ukur dengan harga yang sudah disepakati bersama,” terang Tong Eng.
Pihak Komite Sekolah juga menegaskan bahwa mereka hanya ingin membantu orang tua murid. Oleh karena itu, berbagai kemudahan pembayaran ditawarkan, mulai dari pembayaran langsung hingga sistem angsuran. Bahkan, Tong Eng secara gamblang menyatakan bahwa orang tua tidak diwajibkan membeli seragam di sekolah. “Kita tidak wajibkan untuk membeli lagi, karena ini hukumnya juga hukum dagang. Kalau orang yang mau memesan ya kita buatkan, dan dia harus bayar. Jadi ini sangat terbuka, sangat dibebaskan teman-teman wali murid itu, untuk menentukan pilihannya terhadap seragam,” jelasnya.
Baca juga:
Indramayu Terapkan Lima Hari Sekolah untuk SMP: Inovasi Pendidikan Dimulai Tahun Ajaran 2025/2026!
Mengenai perbedaan harga dengan toko lain, Tong Eng menyebut hal itu wajar karena seragam dibuat sesuai pesanan, meski selisihnya kemungkinan tidak banyak. Ia menekankan bahwa tujuan utama pengadaan seragam ini adalah membantu wali murid agar semua siswa memiliki seragam yang sama, sehingga tidak ada diskriminasi seragam maupun kesenjangan sosial di sekolah.













Comment