Pejabat Bungkam, Budaya Kejahatan Lapas Tanjung Gusta Sulit Dihapus: Abaikan Program Akselerasi Men-Imipas

  • Bagikan
Pejabat Bungkam, Budaya Kejahatan Lapas Tanjung Gusta Sulit Dihapus: Abaikan Program Akselerasi Men-Imipas (Foto: Red)

Medan, tanganrakyat.id – Dugaan praktik kejahatan lama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Tanjung Gusta Medan kembali mencuat. Setelah sebelumnya dihebohkan kasus scamming, penggunaan ponsel bebas, hingga jual-beli kamar narapidana, kini Lapas yang berada di Kecamatan Medan Helvetia itu diterpa isu pungutan liar (pungli) yang diduga melibatkan pejabat tinggi Lapas.

​Berdasarkan investigasi dan informasi dari sumber terpercaya, praktik pungli ini diduga kuat digerakkan oleh ajudan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IA Tanjung Gusta Medan, berinisial Har.

Ironisnya, Har disebut-sebut menjalankan misinya atas dasar perintah dari atasannya langsung, yakni Kalapas Herry Suhasmin. Sumber menyebutkan bahwa pungli ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan “dadakan” Kalapas, terutama terkait anggaran perjalanan dinas luar kota atau saat ada penerimaan tamu penting.

​”Memang informasinya begitu, pungli yang dilakukan ajudan itu sesuai perintah Kalapas. Biasanya request-nya itu kalau Kalapas mau melakukan perjalanan dinas luar kota, atau ada tamu yang mau datang. Tentu kan butuh anggaran,” ungkap sumber tersebut, Kamis (20/11/2025).

​Target utama praktik haram ini diduga adalah narapidana kasus narkoba yang masih aktif menjalankan bisnisnya di luar Lapas. Napi-napi berstatus bandar ini secara terselubung dijadikan “ATM berjalan” untuk membiayai permintaan pejabat Lapas.

​Untuk melancarkan aksinya, Har dikabarkan menggunakan dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial R dan M sebagai kaki tangan.

“Mereka yang menjalankan perintah si ajudan untuk mengutip ke napi-napi narkoba yang masih bermain tadi,” tambah sumber. Kamis (10/11).

Ajudan Berkilah, Kalapas Bungkam
​Saat dikonfirmasi, ajudan Kalapas berinisial Har berusaha berkelit. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah lama tidak lagi menjabat sebagai ajudan dan kini hanya menjadi staf biasa.

​”Saya tidak lagi ajudan sudah lama bg. Saya sudah staf kplp biasa bg. Tidak ada modus apapun yang saya jalankan bg,” kilahnya, Kamis (20/11/2025), seraya membantah keterlibatan dua WBP yang disebutkan.

​Namun, keterangan ini langsung dibantah sumber. “Setiap hari juga masih bersama Kalapas kok. Bohong dia kalau ngaku sudah lama tidak lagi jadi ajudan,” pungkas sumber, menunjukkan bahwa upaya Har untuk menyembunyikan perannya tidak berhasil.

​Sementara itu, Kalapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan, Herry Suhasmin, yang turut dikonfirmasi terkait dugaan pungli yang menyeret namanya ini, hingga berita ini diturunkan masih bungkam.

​Abaikan Program Akselerasi Positif
​Kasus ini semakin memperburuk citra Lapas Tanjung Gusta.

Baca juga:

Gempar! 50 Napi Kabur dari Lapas Kutacane Jelang Buka Puasa, Diduga Tuntut “Bilik Asmara”

Praktik kejahatan yang terus berulang ini seolah mengabaikan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Men-Imipas) yang dicanangkan untuk menekankan hal-hal positif.

Perilaku oknum yang diduga masih berpegangan pada pikiran mencari keuntungan pribadi di balik jeruji besi ini menjadi sorotan serius, menandakan bahwa upaya menghapus budaya lama di dalam Lapas masih menghadapi kendala besar.

Editor: Kakang Prabu
  • Bagikan

Comment