Indramayu, tanganrakyat.id – Panggung unjuk rasa yang sedianya memanaskan halaman Pendopo Indramayu hari ini, Kamis (12/2), mendadak dingin.
Forum Peduli Indramayu (FPI) secara mengejutkan menarik mundur barisannya dan membatalkan aksi demonstrasi besar-besaran yang telah dijadwalkan.
Batalnya aksi ini bukan karena tuntutan mereka melunak, melainkan karena adanya dugaan “penumpang gelap” yang mencoba menyusup dan membelokkan arah perjuangan massa.
Meski aksi batal, tensi terhadap Staf Khusus Bupati, Salman Al-Farisi, justru semakin memuncak. FPI tetap pada pendirian tunggal: Lucky Hakim harus segera mencopot Salman.

Salman dituding bukan lagi sekadar pemberi saran, melainkan sosok yang kebijakannya melampaui kewenangan hingga menciptakan kegaduhan sistemik di lingkungan birokrasi dan masyarakat.
Baca juga:
Publik kini bertanya-tanya: Seberapa besar kuasa seorang Stafsus hingga organisasi masyarakat merasa perlu turun ke jalan?
Koordinator III FPI, Ahmad Nur Irsyad, blak-blakan mengungkap alasan di balik pembatalan mendadak ini.
Ia mencium ada pihak luar yang ingin memanfaatkan momentum ini untuk agenda terselubung.

”Demo hari ini kita batalkan karena ada dugaan ada pihak-pihak yang menumpangi gerakan kita mengusir Salman, tapi rupanya merembet ke mana-mana. Jadi ya kita batalkan saja,” tegas Irsyad dengan nada geram, Kamis pagi (12/2/2026).
Irsyad menegaskan ini hanyalah “mundur satu langkah untuk melompat lebih jauh.” tambahnya.
Mereka berjanji akan menjadwalkan ulang aksi dengan pengamanan internal yang lebih ketat demi memastikan satu target utama: Enyahkan oknum yang dianggap “bikin gaduh” dari lingkaran kekuasaan.













Comment