Gempa M 7,6 Guncang Sulut: Warga Bitung Panik Akibat Air Laut Surut dan Kerusakan Bangunan

  • Bagikan
Gempa M 7,6 Guncang Sulut: Warga Bitung Panik Akibat Air Laut Surut dan Kerusakan Bangunan (Foto: Red)

Manado, tanganrakyat.id – Wilayah Sulawesi Utara diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 pada Kamis  Wage (2/4) pagi pukul 06.48 WITA, yang memicu kepanikan luar biasa di Kota Bitung dan sekitarnya.

Berpusat di 129 km tenggara Bitung dengan kedalaman 62 km, guncangan hebat selama 20 detik ini sempat memicu peringatan dini tsunami setelah warga di Girian Bawah dan Pantai Candi melaporkan fenomena air laut yang surut mendadak hingga 10 meter dari garis pantai.

Meski peringatan tsunami kini telah resmi berakhir, tercatat sudah terjadi 25 kali gempa susulan yang membuat otoritas terkait tetap dalam status siaga tinggi.

​Dampak dari bencana ini mengakibatkan satu orang warga dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka ringan, serta kerusakan fisik yang cukup signifikan pada infrastruktur daerah.

Data sementara dari Basarnas menunjukkan sedikitnya enam unit rumah, empat gedung perkantoran, dan empat rumah ibadah mengalami kerusakan akibat kuatnya getaran.

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan penyisiran di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada korban lain yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Mercy Randang, mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu hoaks dan tetap menjauhi area pesisir serta bangunan yang retak demi keamanan.

Baca juga:

Eks Pejabat Basarnas Akui Korupsi Dana Komando: Beli Arwana Super Red hingga Tas Mewah LV!

Saat ini, Basarnas bersama BMKG dan BPBD masih melakukan pemantauan intensif terhadap kenaikan muka air laut di beberapa titik pesisir Sulawesi Utara. Warga diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan.

Penulis: Red
  • Bagikan

Comment