Webinar Nasional Akar Desa Indonesia

  • Bagikan
Webinar Nasional Akar Desa Indonesia (Foto: Red)

Tanganrakyat.id, Tulungagung-Akar Desa Indonesia menggelar kegiatan Webinar Nasional dengan tema Stategi dan kepemimpinan desa menyongsong implementasi SDGS Desa yang sukses di masa pandemi covid 19.

Acara pada Jumat malam tersebut di hadiri oleh Budi Arie Setiadi wakil menteri desa sekaligus menjadi Keynote Speaker, Hj Sadarestuwati Anggota Komisi V DPR RI, Abetnego Tarigan Deputi II Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Ir. Bambang Tirtoyuliono Kepal Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, dan Anang Mustofa Kepala Desa kendalbulur Kabupaten Tulungagung, Jumat (27/8).

Wakil menteri Desa PDTT menyampaikan dalam pemaparannya SDGS Desa adalah sebagai dasar perencanaan pembangunan desa. Sehingga desa pada masa pandemi ini bisa kuat. Saat ini dengan adanya SDGS Desa strategi pembangunan melalui Bottom up.

“Sehingga nantinya nama kementerian Desa pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kata Daerah tertinggal menjadi hilang dari bumi ibu Pertiwi,” ujarnya.

Dalam acara tersebut dibuka oleh ketua umum Akar Desa Indonesia Rifqi Nuril Huda. Menyampampaikan dalam sambutannya “SDGS adalah kesepakatan antara negara yang diratifikasi oleh Indonesia sebagai salah satu negara yang hadir dan di implementasikan salah satunya untuk pembangunan desa. Maka kebijakan dan kesepakatan bersama ini tentunya akan bisa terwujud apabila dilaksanakan dengan gotong royong.

Dan pada kesempatan malam hari ini kami ingin menyampaikan bahwa di tanggal 28 Oktober 2021 nanti Akar Desa Indonesia akan menggelar sarasehan Akbar pemuda desa Indonesia dengan tajuk tema “Pemuda Desa Mendunia”. Bahwa anak muda desa memiliki hak untuk bisa mendunia dan memiliki jejaring luas. Maka tidak ada lagi anak muda desa menjadi jadi anak tiri untuk bisa berkontribus kepada bangsa dan negara, Tambahnya

Baca juga: Embung Jangkar Sindang Sebagai Desa Wisata Edukatif

Acara webinar Akar Desa Indonesia diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, karang taruna, pegiat desa, pelaku UMKM, pelaku pariwisata, politisi dan akademisi. (Taufik)

  • Bagikan

Comment