Korban Kebakaran Kemayoran Mulai Pulih, Pendampingan Psikososial Jadi Kunci

  • Bagikan
Korban Kebakaran Kemayoran Mulai Pulih, Pendampingan Psikososial Jadi Kunci (Foto: Red)

Jakarta, tanganrakyat.id  – Kebakaran besar yang melanda kawasan Kemayoran pada pada Selasa (10/12) lalu telah meninggalkan luka mendalam bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal.

Namun, di tengah kepiluan, semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terus menyala. Salah satunya adalah upaya lembaga nonprofit Indonesia CARE yang memberikan pendampingan psikososial bagi para korban, terutama anak-anak.

“Peristiwa kebakaran benar-benar mengguncang mereka,” ujar Iwan M Ridwan, Kepala Divisi Psikososial Indonesia CARE. “Bayangkan, dalam sekejap mata, rumah mereka ludes terbakar, harta benda habis, dan rasa takut serta kehilangan menyelimuti hidup mereka.”

Melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan interaktif, para relawan berusaha membantu anak-anak untuk melupakan trauma yang mereka alami. “Mereka diajak bermain, bernyanyi, dan berbagi cerita. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi mereka,” tambah Iwan.

Dian (12), salah satu anak korban kebakaran, mengaku senang dengan kehadiran para relawan. “Kakak-kakak relawan baik sekali, mereka membuat saya lupa sebentar tentang kebakaran. Saya jadi lebih ceria lagi,” ujarnya dengan senyum.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun membutuhkan dukungan psikososial. Banyak di antara mereka yang mengalami kesulitan tidur, mudah marah, dan merasa cemas. Untuk itu, Indonesia CARE juga menyediakan layanan konseling bagi para orang tua.

Selain dukungan psikososial, para korban juga masih sangat membutuhkan bantuan berupa:

1. Logistik: Pakaian hangat, obat-obatan, kebutuhan bayi dan anak-anak.

2. Tempat tinggal sementara: Tenda pengungsian yang layak dan aman.

3. Bantuan finansial: Untuk memulai kehidupan baru.

Direktur Indonesia CARE, Lukman Azis Kurniawan, mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada para korban. “Mari kita bersama-sama membantu mereka bangkit dari keterpurukan. Setiap bantuan, sekecil apapun, sangat berarti bagi mereka,” ucapnya. Sabtu (14/12).

Baca juga:

Sukabumi Perpanjang Status Darurat Bencana

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, juga turut prihatin atas peristiwa ini. Beliau telah menginstruksikan jajarannya untuk memberikan perlindungan khusus bagi perempuan dan anak-anak korban kebakaran.

“Kami akan memastikan bahwa mereka mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan yang layak,” tegas Arifah.

Editor: Kakang Prabu
  • Bagikan

Comment