Indramayu, tanganrakyat.id – Nasib memilukan menimpa Nadia Permatasari (23), seorang warga Desa Bojongslawi, Kabupaten Indramayu, yang kini diduga tengah disekap dan ditahan dalam kondisi memprihatinkan di China.
Kabar mengejutkan ini mencuat pada Selasa Pon (21/4/2026), malam, memicu kepanikan mendalam bagi pihak keluarga yang hingga kini cemas akan keselamatan nyawa putri mereka akibat perlakuan tidak manusiawi yang diterima selama berada di luar negeri.
Menurut keterangan pihak keluarga, Nadia diduga mengalami tekanan fisik dan mental yang berat, sehingga memicu tuntutan keras agar negara segera hadir memberikan perlindungan bagi warga negara yang terancam di luar negeri.
Situasi kritis ini menempatkan keluarga dalam posisi tak berdaya, di mana setiap detik berlalu terasa mencekam bagi sang ayah, Kasmudi (56), dan keluarga besar Nadia yang hanya bisa berharap kabar baik di tengah ketidakpastian nasib anaknya.
Menghadapi situasi darurat ini, Kasmudi secara resmi memohon bantuan kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, agar dapat segera turun tangan memfasilitasi kepulangan anaknya. Tidak hanya di tingkat daerah, Kasmudi juga melayangkan permohonan serius kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera melakukan langkah diplomasi tingkat tinggi dan evakuasi secepat mungkin demi membebaskan Nadia.
Harapan besar kini disematkan pada kecepatan respons para pemangku kebijakan sebelum kondisi Nadia memburuk lebih jauh.
Baca juga:
Jenazah Korban TPPO di Kamboja Tiba di Banyuwangi, Tangis Keluarga Pecah
Keluarga berharap dukungan doa serta perhatian publik melalui pemberitaan ini dapat mempercepat proses penyelamatan, sehingga Nadia dapat segera dibebaskan dan kembali ke tanah air dengan selamat untuk berkumpul kembali bersama keluarga di Desa Bojongslawi.













Comment