Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, TNI AL dan Koperasi BBS Tanam Kedelai di Indramayu

  • Bagikan
Ketua Koperasi BBS, Haji Warsim, (kanan) didampingi Abdul Rohman dari BPBD Kabupaten Indramayu, menegaskan bahwa para petani yang terlibat merupakan masyarakat dari desa penyangga yang berada di sekitar area PG Jatitujuh (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id – Jajaran pengurus Koperasi Bareng-Bareng Sugi (BBS) bersama Pangkalan TNI AL (Lanal) Cirebon resmi memulai aksi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penanaman kedelai massal. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di lahan produktif milik PG Jatitujuh, tepatnya di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, belum lama ini. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap instruksi pemerintah pusat yang menargetkan kemandirian pangan melalui kolaborasi lintas sektor.

​Program ini lahir berkat sinergi erat antara TNI Angkatan Laut dengan PG Jatitujuh, di mana Koperasi BBS dipercaya sebagai pelaksana teknis di lapangan. Dewan Pengawas Koperasi BBS, Haji Mulyadi SE, menjelaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam proyek ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan tepat sasaran. Kehadiran personel militer tidak hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga memberikan jaminan keamanan agar iklim kerja di lokasi penanaman tetap kondusif bagi para petani.

Baca juga:

Kapolres Indramayu Undang Pihak Menejemen PT PG Rajawali Mediasi Kasus Lahan HGU

​Ketua Koperasi BBS, Haji Warsim, menegaskan bahwa para petani yang terlibat merupakan masyarakat dari desa penyangga yang berada di sekitar area PG Jatitujuh. Kerja sama ini menjadi solusi produktif bagi petani lokal untuk menggarap lahan HGU milik PT Rajawali Nusantara Indonesia secara legal dan terarah.

“Dengan menanam kedelai, para petani diharapkan mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan pasar domestik yang selama ini masih bergantung pada impor,” ujar Haji Warsim, Selasa Wage, 12 Mei 2026.Siang.

​Pelaksanaan di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi dari para penggarap di Desa Sukamulya yang mulai turun ke lahan untuk melakukan penanaman perdana. Warsim menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah momentum penting untuk membuktikan bahwa kemitraan antara koperasi, instansi militer, dan perusahaan negara dapat mempercepat tercapainya kedaulatan pangan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah optimalisasi lahan yang ada agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar dan negara.

​Melalui program ini, diharapkan Indramayu dapat menjadi salah satu lumbung kedelai yang diperhitungkan di Jawa Barat. Pihak Koperasi BBS berkomitmen untuk terus mendampingi petani dari masa tanam hingga panen guna memastikan hasil produksi yang berkualitas.

Dengan pengawasan ketat dari Lanal Cirebon, sinergi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengelola ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat desa.

Penulis: Kang Prabu
  • Bagikan

Comment