oleh

Lembaga Setia Indonesia Gandeng Komunitas Sosialisasi HIV AIDS

-Daerah, Sosial-1.147 views

Tanganrakyat.id – Indramayu – LSM Setia Indonesia bersama Kelompok Masyarakat (PMPRI (Paguyuban Musisi & Pencinta Reggae Indramayu), Ruang Kosong Foundation, Street Art Indramayu memberikan edukasi dengan tema Sosialisasi bahaya Virus HIV, AIDS dan narkoba serta kesiapan warga dalam menghadapi bencana lewat music reggae dan komunitas kreatif, kegiatan ini kita sebut “beregaedukasi” harapannya dengan  kegiatan ini masyarakat memahami dasar-dasar penularan dan pencegahan HIV AIDS, siap siaga ketika ada bencana dan memahami kalau kawan-kawan musisi dan pencinta reggae di Indramayu tidak di pandang selalu dengan hal yang negative.

Sosialisasi ini dilaksanakan minggu, 03 Februari 2019, pukul 13.00 bertempat dibalai desa Juntikebon Kab Indramayu dengan audiens terdiri dari masyarakat desa juntikebon, organisasi kepemudaan karang taruna wirabujana, komunitas street punk junti, komunitas sketser Indramayu, komunitas perpustakaan jalanan pohon literasi, teman-teman musisi dan pencinta reggae, mapala mapaksinu dan juga dari mahasiswa/I dari kampus putih kaplongan.

Sosialisasi dasar-dasar penularan dan pencegahan HIV AIDS, siap siaga ketika ada bencana,(Foto.Red)

Acara di buka oleh kepala desa Juntikebon Bpk. Muhayan. S.Pd dan juga sambutan dari ketua pelaksana kegiatan PMPRI Bereggaedukasi Mas Dwie Soloist kemudian sambutan dari pihak Koramil 1609 Juntinyuat yang di wakili oleh bpk. H. Suhendi.

Materi awal untuk kegiatan ini adalah dari LSM Setia Indonesia tentang Bahaya virus HIV, AIDS & narkoba, pemahaman tentang sosialisasi ini sangat penting sekali karena banyak yang menanyakan hal – hal bagaimana virus itu bisa menular, dan juga mengajak untuk mengikuti test HIV sesuai dengan slogan nya Saya Berani Saya Sehat, banyak sekali interaksi dialog dan beberapa pertanyaan dari Audiensi dan dijelaskan semuanya oleh Hasby Ash Shiddeqy sebagai narasumber tentang materi bahaya virus hiv, aids & narkoba.

Sosialisai berikutnya adalah tentang kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana yang disampaikan oleh Syahrul dari Ruang Kosong Foundation (RKF), dimulai dari menjelaskan tentang manajemen safety di dalam lingkungan rumah, kantor dan juga tempat berkatifitas lainnya, hal yang disampaikan kesiapsiagaan warga ketika ada bencana misalnya kebakaran, gempa bumi & banjir, ini di jelaskan secara tutorial dari mulai awal persiapan tanggap bencana sampe pada titik keamanan nya dengan keselamatan yang maksimal,”perlu adanya team siap tanggap bencana di setiap RT/RW dan harus di latih untuk bisa memahami dengan tugasnya lewat simulasi nantinya akan di praktekan setiap 1 bln sekali” Ucap Syahrul.

Konsep dari kegiatan bereggaedukasi adalah belajar sambil menikmati music, dan menikmati music sambil belajar, kedepannya semoga acara ini bisa berjalan dengan lancar dan juga mengharapkan dukungan dari pihak lain untuk mensupport kegiatan ini karena selalu kolektif ketika selalu berkegiatan tapi dengan konsep yang bagus dan keberanian kita untuk beredukasi ke masyarakat itu sangat penting.

Acara di tutup dengan penampilan music reggae, dan kreatifitas dari teman-teman komunitas.

Mudah-mudahan di desa desa selanjutnya tanggapan dan respon dari masyarakat lebih antusias sekali tentang kegiatan bereggaedukasi.(KkP)

Komentar

News Feed