oleh

Pasien RSUD Indramayu, Keluhkan Pelayanan Yang Bertele-Tele Dan Kesampingkan Aspek Kemanusiaan

Tanganrakyat.id, Indramayu – Banyaknya pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu, hanya beberapa orang yang berani mengungkapkan keluhan kepada media terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu Kabupaten Indramayu Jawa barat yang dalam pelayanannya mengesampingkan aspek kemanusiaan.

Seperti yang terjadi pada salah satu pasien istri dari Bapak Warjani yang akan melahirkan di tempat bidan mengalami pendarahan pada hari Jumat (05/07), bidan tersebut menyarankan kepada suami pasien agar langsung dirawat di RSUD Indramayu karena di tempat bidan alat medis terbatas.

Menurut suami pasien Warjani (40) saya mengikuti anjuran serta rujukan dari bidan, dengan melihat kondisi istri saya yang khawatir kritis. sesampainya di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Indramayu, saya disambut dengan pelayanan bertele-tele. setelah istri saya mendapat kamar, saya selaku suami pasien langsung diarahkan oleh perawat untuk menghadap resepsionis guna mendaftarkan kembali istrinya sebagai pasien, petugas resepsionis menanyakan kepada saya untuk menggunakan layanan umum atau jaminan kesehatan (Jamkesmas). berhubung saya tidak ada kesiapan apa pun terus karena tergesa-tergesa agar sang istri bisa dirawat di RSUD, saya  memilih umum karena menurut respsionis agar bisa mendapatkan fasilitas kamar juga pengobatan, untuk sementara didaftarkan layanan umum terlebih dahulu, jika nanti suami bisa menunjukan kelengkapan berkas baru di pindah ke layanan Jamkesmas.

Masih menurut warjani, “pada awal datang bersama bidan disuruh untuk menggunakan layanan Jamkesmas, tapi setelah bidan pulang, saya kaget ternyata istri sudah dipindahkan dikamar gincu 3, terus saya di arahkan lagi ke bagian pendaftaran lagi dengan tempat pendaftaran berbeda, lalu saya ditanyakan daftar umum atau layanan lainnya”, ungkap warjani. Petugas resepsionis menanyakan kembali, bahwa untuk sementara pasien bisa menggunakan layanan umum, setelah kelengkapan berkas Jamkesmas ada baru bisa diganti dari umum ke layanan Jamkesmas,”ujarnya.

Warjani menambahkan bahwa  pelayanan petugas Rumah Sakit Umun Daerah  Indramayu tanpa ada rasa kemanusiaan, terkesan menerapkan pola sistim “lumbung uang” namun jauh dari profesional dan tentu ini akan menjebak pasien.

Saya bukan menyesali dengan biaya yang teramat besar , namun saya kecewa dengan sistim RSUD Indramayu yang petugasnya tidak profesional juga cemberut aja” tegas Warjani kepada awak media didepan RSUD Indramayu, Jum’at (5/7/2019).

Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, Iman Sulaeman, (08/07) saat di konfirmasi dengan awak media, menjelaskan terkait soal keluhan pelayanan, pihaknya mengarahkan ke bagian Humas yaitu dengan Rina tapi sayang pada saat itu beliau tidak ada dikantor.

“Silahkan temui Rina sebagai humas, dan mohon maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan panjang, karena saya ada rapat”, jelas Iman sambil bergegas meninggalkan para kuli tinta tersebut,” ujar Iman.

Dengan pelayanan di RSUD Indramayu sekarang ini, kerapkali pasien terjebak untuk menggunakan layanan yang ada dan ini menjadi perbincangan publik bahwa Rumah Sakit Indramayu betul – betul mengesampingkan aspek kemanusiaan. (C.tisna/tim)

Komentar

News Feed