Sukoharjo, Jawa Tengah , tanganrakyat.id – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), perusahaan tekstil besar Indonesia, akan menutup operasionalnya mulai 1 Maret 2025. Keputusan ini menyebabkan 10.665 karyawan kehilangan pekerjaan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berupaya membantu para korban PHK dengan menyiapkan ribuan lowongan kerja baru.
PT Sritex mengumumkan penutupan operasional mulai 1 Maret 2025.
Keputusan ini berimbas pada PHK terhadap 10.665 karyawan di berbagai unit perusahaan.
Rincian jumlah karyawan yang terkena PHK yaitu:
1.PT. Sritex Sukoharjo: 8.504 orang (26-28 Februari 2025)
2. PT. Primayuda Boyolali: 956 orang
3. PT. Sinar Panja Jaya Semarang: 40 orang
4. PT. Bitratex Semarang: 104 orang.
5. PT. Bitratex Semarang: 1.065 orang (Januari 2025)
Penyebab Penutupan karena Sritex mengalami kesulitan keuangan yang parah, yang berujung pada kepailitan.
Keputusan pengadilan tentang insolvensi perusahaan membuat Sritex tidak dapat melanjutkan kegiatan operasional.
Sebelumnya Mahkamah Agung (MA) juga telah menolak permohonan kasasi yang diajukan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex terkait putusan dari Pengadilan Niaga Semarang yang menyatakan perusahaan tersebut pailit.
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo telah menyiapkan sekitar 8.000 lowongan pekerjaan di perusahaan-perusahaan lain di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada 29 Maret 2025, juga menyatakan akan menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan vokasi kepada para karyawan yang terdampak.
PHK massal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.
Baca juga:
Pemerintah berjanji akan terus memantau situasi dan memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak.












Comment