Indramayu, tanganrakyat.id – Jembatan Sewo di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan saat musim mudik Lebaran. Tradisi unik “nyapu duit” atau mengumpulkan uang koin yang dilemparkan pemudik, kembali marak dilakukan warga sekitar. Fenomena ini telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menimbulkan pro dan kontra.
Tradisi Unik dan Rezeki Musiman
Saat musim mudik, puluhan warga, tua dan muda, berjejer di sepanjang jalan dekat Jembatan Sewo. Mereka membawa sapu lidi, siap mengais rezeki dari koin-koin yang dilemparkan pemudik. Tradisi ini berawal dari mitos yang dipercaya masyarakat setempat. Konon, melempar koin ke sungai dari Jembatan Sewo dan berhasil disapu arus air, dapat mengabulkan keinginan atau doa.
Para penyapu koin biasanya mengenakan pakaian lengan panjang, topi atau caping, dan penutup wajah untuk melindungi diri dari terik matahari. Mereka tekun menyapu setiap koin yang dilemparkan, berharap mendapatkan rezeki yang cukup. Menurut penuturan warga, dalam sehari mereka bisa mengumpulkan uang hingga Rp. 200 s/d. 600 ribu atau lebih.
“Jembatan Sewo Indramayu akan selalu melegenda. Di jalan Pantura terlihat para penyapu uang receh,” ujar Bapak Ato, warga Sukra. Selasa (25/3).
Meskipun menjadi tradisi unik dan menguntungkan, aktivitas penyapu koin menuai pro dan kontra. Keberadaan mereka dinilai membahayakan pengendara, sehingga seringkali menjadi sasaran razia petugas untuk penertiban. Selain itu, ada anggapan bahwa tradisi ini mencerminkan kemalasan warga sekitar.
Jembatan Sewo erat kaitannya dengan legenda rakyat Saedah dan Saeni, kakak beradik yang konon menjelma menjadi buaya di Sungai Sewo. Cerita ini telah beredar sejak zaman Belanda dan melahirkan kesan mistis di jembatan tersebut. Masyarakat percaya, melempar uang (tawur duit) di Jembatan Sewo dapat menghindarkan diri dari hal-hal buruk.
Pihak berwenang terus berupaya menertibkan aktivitas penyapu koin demi keselamatan pengendara. Edukasi dan sosialisasi juga dilakukan kepada warga agar mencari rezeki dengan cara yang lebih aman dan tidak membahayakan.
Baca juga:
Melawan lupa, 67 Transmigran Tewas di Jembatan Sewo
Tradisi penyapu koin di Jembatan Sewo menjadi fenomena unik yang terus berulang setiap musim mudik Lebaran. Di balik tradisi ini, terdapat mitos dan legenda yang diyakini masyarakat setempat. Namun, di sisi lain, aktivitas ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan dan citra kemalasan. Perlu ada solusi yang bijak agar tradisi ini tetap lestari tanpa membahayakan dan merugikan pihak lain.













Comment