Indramayu, tanganrakyat.id – Berawal dari kecintaan terhadap buah dan kegemaran menanam, Johanny (38), warga Desa Balongan, Indramayu, telah menjelma menjadi sosok petani milenial yang sukses. Setelah berhasil mengembangkan budidaya berbagai varietas anggur impor selama 5 tahun di Kebun Nayara miliknya kini ia melebarkan sayapnya ke budidaya melon premium dengan sistem hidroponik.
Dengan antusiasme tinggi dari keluarga, Johanny bersyukur rasa manis melon hasil kebunnya sangat digemari. Sistem hidroponik yg saya terapkan sistemnya sistem nft(nutrien film teknik) dan sistem machida mengadopsi sistem dari pertanian jepang diterapkannya terbukti efisien dalam penggunaan tenaga, menghilangkan kebutuhan untuk mencangkul dan menyiram secara manual karena nutrisi dialirkan bersama air secara otomatis.
Sebelumnya, nama Johanny telah dikenal luas sebagai petani anggur yang berhasil membudidayakan beragam varietas unggul seperti Anggur Jupiter, Anggur Transfigurasi, Anggur Ninel, Anggur Dixon, Anggur New Baikonur, Anggur Julian, Anggur Gosv, Anggur Taldu, Anggur Beauty Kratsok, dan Anggur Akademik.

Kini, inovasinya berlanjut dengan mengembangkan budidaya melon hidroponik yang dapat diterapkan melalui berbagai sistem seperti wick (sumbu), Deep Water Culture (DB System), atau fertigasi.
Baca juga:
Indramayu, Surga Baru Pecinta Anggur: Petani Milenial Sulap Tanah Kering Jadi Ladang Emas
Keunggulan utama metode hidroponik ini adalah kemudahan dalam perawatan, terutama dalam hal penyiraman yang terintegrasi dengan pemberian nutrisi.
“Tanaman melon membutuhkan sinar matahari minimal 6 jam sehari. Tingkat keasaman (pH) ideal untuk media tanam melon hidroponik berkisar antara 6.0 hingga 7.0, dengan kepekatan nutrisi mencapai 2000 ppm. Ada tahapan khusus dalam menanam dan memanen melon hidroponik,” jelas Johanny pada Kamis Legi (24/4).
Lebih lanjut, Johanny mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan membudidayakan melon di tengah kondisi iklim Indramayu yang dikenal cukup ekstrem. Dengan tekad dan inovasi yang kuat, ia mampu mengatasi berbagai tantangan dan menghasilkan buah melon berkualitas tinggi yang tidak kalah lezat dengan melon impor.
Kesuksesan Johanny dalam bertani modern ini menarik perhatian berbagai pihak. Kebunnya kini menjadi tempat belajar bagi siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Indramayu. Sukma (19), seorang siswi dari salah satu sekolah di Indramayu bersama teman – temannya berkesempatan mengunjungi Kebun Anggur Tegalurung untuk belajar langsung.
Sukma menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga ini.
“Kami atas nama teman-teman sangat berterima kasih kepada Om Johanny yang telah menyambut kami dengan baik dan berbagi ilmu tentang cara bertani milenial, baik budidaya anggur maupun melon premium. Ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami,” pungkasnya.
Baca juga:
Kang Supardi, Wartawan Muda Penuh Berkah
Kisah sukses Johanny menjadi inspirasi bagi generasi muda Indramayu untuk melihat potensi besar di sektor pertanian dengan sentuhan teknologi dan inovasi.
Kebunnya tidak hanya menghasilkan buah berkualitas, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang berharga bagi para pelajar.













Comment