Solo , tanganrakyat.id – Selama 52 tahun beroperasi, Warung Ayam Goreng Widuran di Solo telah menjadi favorit banyak orang. Disajikan dengan kremesan yang digoreng garing gurih, ayam goreng ini selalu memikat selera. Namun, di balik popularitasnya, sebuah fakta mengejutkan kini terkuak dan menjadi perbincangan hangat: Ayam Goreng Widuran ternyata non-halal.
Ayam goreng memang salah satu hidangan yang digemari banyak orang, dan tak heran jika Solo, Jawa Tengah, memiliki banyak restoran ayam goreng legendaris. Ayam Goreng Widuran adalah salah satu yang paling populer. Konsistensi racikan bumbu yang lezat telah membuatnya eksis dan menjadi favorit lintas generasi. Namun, informasi mengenai status non-halalnya banyak yang belum diketahui oleh pelanggan, terutama yang beragama Muslim.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah fakta-fakta menarik seputar Ayam Goreng Widuran:
1. Beroperasi Sejak 1973
Ayam Goreng Widuran merupakan usaha milik Indra. Melalui akun Instagram resminya, @ayamgorengwiduransolo, Indra mengungkapkan bahwa usahanya ini telah berdiri kokoh sejak tahun 1973, menjadikannya salah satu kuliner legendaris di Solo.
2. Punya Cabang hingga ke Bali
Tak hanya di Solo, popularitas Ayam Goreng Widuran juga merambah hingga ke Pulau Dewata. Restoran ini memiliki cabang yang berlokasi di Bali, menunjukkan jangkauan bisnis yang cukup luas.
3. Disajikan dengan Kremesan Khas
Ayam Goreng Widuran menawarkan pilihan porsi utuh satu ekor atau per potong, sesuai selera pelanggan. Ciri khas yang tak terpisahkan dari hidangan ini adalah kremesan gurih yang melimpah, menambah kenikmatan setiap suapan.
4. Ternyata Non-Halal, Digoreng Menggunakan Minyak Babi
Inilah fakta yang kini ramai menjadi sorotan. Ayam Goreng Widuran secara tegas dinyatakan non-halal. Rahasia di balik kremesannya yang gurih dan renyah adalah penggunaan minyak babi dalam proses penggorengan.
Fakta ini kerap kali belum diketahui oleh banyak pelanggan Muslim, memicu diskusi di berbagai platform, termasuk di aplikasi X (dulunya Thread). Banyak yang merasa terkejut dan bahkan merasa “terjebak” setelah mengetahui kebenarannya.
Sebuah akun X, @/pedalranger, mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui fakta tersebut. Bahkan, tak sedikit pelanggan Muslim yang sudah menjadi langganan setia di sana sebelum akhirnya mengetahui status non-halalnya.
“Hah seriusan? itu kesukaan keluargaku lagi. Dulu belum ada tulisan non halalnya. Tapi kok orangnya diem-diem aja ya pas keluargaku yang berhijab makan disana,” tulis seorang netizen lain, menunjukkan betapa banyak pelanggan yang merasa prihatin.
Merespon keramaian ini, pihak Ayam Goreng Widuran kini telah mempertegas status non-halalnya. Informasi tersebut kini secara jelas tertulis dalam bio Instagram resmi mereka dan juga di Google Review.
Baca juga:
Taiwan Terus Promosikan Sertifikasi Makanan dan Minuman Halal
Hal ini diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman dan memastikan pelanggan mendapatkan informasi yang transparan sebelum memutuskan untuk menikmati hidangan legendaris ini.













Comment