Indramayu, tanganrakyat.id – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Indramayu pada Kamis (6/11/2025) pukul 16.00 WIB menyisakan duka bagi warga Desa Jatisura dan sekitarnya. Banjir setinggi 15 hingga 30 sentimeter (cm) dilaporkan merendam puluhan rumah, termasuk kediaman Lurah Jatisura, Asep (30), di wilayah Cikedung – Tunggul Payung Lelea.
Kondisi ini mengejutkan warga, sebab menurut mereka, banjir separah ini tidak pernah terjadi sebelum adanya proyek pembangunan di sekitar lokasi.
”Semua air masuk ke rumah setinggi antara 15-30 cm. Di sini jalan airnya tertutup. Akibatnya rumah saya pribadi dan warga sekitar terendam banjir,” ungkap Lurah Asep.
Asep menduga, tersumbatnya saluran pembuangan air adalah akibat langsung dari proyek yang sedang berjalan. “Sebelum ada proyek tidak pernah banjir, air hujan langsung turun ke sungai,” tegasnya.
Keluhan Warga Tak Digubris Proyek
Kekecewaan warga semakin memuncak karena laporan dan keluhan yang sudah disampaikan kepada pihak proyek tidak kunjung ditindaklanjuti.
”Saya dan Pak Kepala Desa sudah menerima laporan warga dan sudah menyampaikan ke pihak proyek, namun belum ada tindak lanjut sampai sekarang,” tambah Asep, berharap ada langkah konkret dan cepat mengenai pembuangan air hujan ini.
Jika hujan tidak cepat reda, air hujan akan terus meluap dan masuk ke dalam rumah, mengancam keselamatan dan harta benda warga.
Selain banjir yang merendam permukiman, kondisi jalan yang rusak parah di ruas Cikedung-Jatisura juga memakan korban.
Secara terpisah, Nita (18) mengalami kecelakaan saat pulang kerja sore hari.
Dalam kondisi hujan deras dan gelap, Nita yang melintasi jalan berlubang dari arah Terisi ke Jatisura melewati Cikedung, tergelincir dan terjatuh.
”Saya pun berharap Pemda (Pemerintah Daerah) tanggap dengan kondisi di desa kami, jangan biarkan kami menderita seperti ini,” harap Nita, mewakili suara warga yang kesulitan karena infrastruktur yang minim perhatian.
Baca juga:
Proyek Irigasi Jadi Kutukan: Warga Jatisura Terisolir di Lumpur
Warga Jatisura dan sekitarnya menuntut Pemerintah Daerah Indramayu segera turun tangan mengaudit dan memastikan proyek pembangunan tersebut tidak merugikan masyarakat dengan menutup akses drainase alami.













Comment