Skandal Kualanamu: Jejak ‘Orang Dalam’ Batalkan Tender Ratusan Miliar AP Aviasi, Ada Apa dengan IAS Support?

  • Bagikan
Skandal Kualanamu: Jejak ‘Orang Dalam’ Batalkan Tender Ratusan Miliar AP Aviasi, Ada Apa dengan IAS Support? (Foto: Red)

Medan, tanganrakyat.id  –  Pembatalan mendadak tender Proyek Pekerjaan Penyediaan Jasa Tenaga Kerja Outsourcing Fungsi Pengamanan dan Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) oleh PT Angkasa Pura Aviasi (AP Aviasi) kian menimbulkan aroma tak sedap.

Keculasan dan dugaan ‘main mata’ di balik layar tender E-Tender ini semakin terkuak, menyoroti indikasi kuat intervensi pejabat tinggi yang mengarah pada pembelaan vendor tertentu.

​Pembatalan ini secara langsung merugikan PT Duta Agung Group (DAG), satu-satunya vendor yang memenuhi kualifikasi lelang dan seharusnya ditetapkan sebagai pemenang.

​Dugaan ketidaknetralan PT AP Aviasi mencuat setelah Plt Direktur Utama Yosrizal Syamsuri dan Direktur Human Capital Haris kedapatan mengunjungi kantor PT IAS Support di HUB Kualanamu pada 8 Agustus 2025. Kunjungan ini, yang diunggah di Instagram resmi PT IAS Support, terjadi bersamaan dengan jadwal krusial pelaksanaan tender fungsi pengamanan dan ARFF.

​Direktur PT Duta Agung Group, Sukdeep Shah, angkat bicara mengenai kejanggalan ini. “Jabatan Direktur Utama dan Direktur HC adalah jabatan penting. Bukannya berprilaku netral, malah terkesan meng-anak emaskan salah satu peserta tender yakni PT IAS Suport Indonesia dengan mendatangi kantornya,” tegas Sukdeep Shah, Senin (10/11/2025).

​Menurut jadwal, seharusnya pengumuman hasil lelang (SPHP) sudah keluar pada 5 Agustus 2025. Namun, proses ini diulur tanpa alasan jelas dan tanpa addendum jadwal. Ironisnya, tender senilai ratusan miliar tersebut akhirnya dibatalkan pada 30 Oktober 2025 dengan alasan sepele: masa berlaku penawaran peserta (PT DAG) telah habis (kedaluwarsa).

​Padahal, PT DAG adalah satu-satunya yang lolos evaluasi administrasi dan teknis, dan penetapan pemenang hanya tinggal melalui negosiasi harga.

​”Pada tahap negosiasi, PT DAG ditekan untuk mundur dari tender. Herannya, setelah kami beritikad baik menurunkan management fee dari 8,2% menjadi 8,0%, pengumuman ditunda dan tiba-tiba batal dengan alasan penawaran sudah kadaluarsa,” ujar Sukdeep.

Ahli Pengadaan: “Itu Akal-Akalan!”
​Menanggapi alasan pembatalan tersebut, Ahli Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah/BUMN, Paisal Girsang, MMPP, CCMs, angkat bicara.

​”Jadwal tender yang sudah ditetapkan adalah acuan resmi. Sangat tidak mungkin masa berlaku penawaran habis dikarenakan tahapan-tahapan tersebut,” jelas Paisal. Ia menyoroti poin pembatalan lelang di dokumen pengadaan: “Ini terjadi jika proses tender/lelang-nya mengalami perubahan-perubahan jadwal lelang, bukan karena negosiasi yang dipaksakan hingga waktu masa penawaran calon penyedia habis. Itu akal-akalan namanya,” tegasnya.

​Paisal menambahkan bahwa negosiasi tidak harus menghasilkan kesepakatan, dan harga penawaran PT DAG yang sudah di bawah Harga Perkiraan Sendiri (HPS) seharusnya tidak menjadi alasan bagi AP Aviasi untuk menekan penurunan harga management fee.

​Dugaan Pelanggaran Hukum IAS Support
​Fakta lain yang mencengangkan adalah, PT IAS Support diduga selama ini tidak memiliki SRIO BUJP (Surat Izin Operasional Badan Usaha Jasa Pengamanan) yang wajib di wilayah hukum Polda Sumut.

Sertifikat keanggotaan DPD ABUJAPI Sumut PT IAS Support baru keluar resmi pada 30 Oktober 2025, persis di tanggal tender dibatalkan!

Baca juga:

Kontroversi Tender Kualanamu Memanas: AP Aviasi Dituding ‘Main Mata’ dengan Anak Perusahaan Ilegal, PT Duta Agung Siap Tempuh Jalur Hukum!

​Hal ini menguatkan dugaan bahwa kunjungan pejabat AP Aviasi pada Agustus adalah upaya untuk memberikan waktu kepada PT IAS Support agar segera mengurus perizinan yang menjadi syarat mutlak dalam dokumen tender.

​Saat dikonfirmasi, Plt Dirut AP Aviasi, Yosrizal Syamsuri, memilih menjawab normatif, menyatakan semua tanggapan resmi akan disampaikan melalui Corporate Secretary dan Divisi Legal.

Sementara itu, Direktur Human Capital Haris memilih bungkam, dan Region Head PT IAS Support hanya mempertanyakan sumber nomor kontak.

Editor: Kakang Prabu
  • Bagikan

Comment