Pantangan Lewati Kampung, Evakuasi Jenazah Pendaki di Lereng Merapi Berlangsung Dramatis

  • Bagikan
Pantangan Lewati Kampung, Evakuasi Jenazah Pendaki di Lereng Merapi Berlangsung Dramatis (Foto: Red)

Klaten, tanganrakyat.id – ​Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Aldo (22), seorang pendaki asal Yogyakarta yang ditemukan tewas di lembah lereng Gunung Merapi, Klaten, pada pekan ini.

Proses evakuasi ini menarik perhatian karena adanya kearifan lokal setempat yang melarang jenazah pendaki dibawa melintasi area perkampungan warga.

Alhasil, ambulans BPBD Klaten harus menunggu di lapangan terbuka dan mengambil rute memutar menghindari pemukiman saat membawa korban menuju RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro.

​Meskipun harus mematuhi aturan adat, proses evakuasi Aldo dinilai lebih lancar dibandingkan penyelamatan rekannya, Rizki, yang ditemukan pada Minggu (21/12/2025).

Rizki ditemukan dalam kondisi lemas setelah tersesat selama dua hari dua malam di atas Goa Jepang, kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Lokasi Rizki berada sekitar 2 kilometer dari Posko Sapu Angin dengan medan yang sangat berbahaya, di mana tim penyelamat harus berjuang di antara jurang curam yang bukan merupakan jalur pendakian resmi.

​Kapolsek Kemalang, AKP Sarwoko, dan pihak BPBD Klaten mengonfirmasi bahwa medan ekstrim di lereng Merapi menuntut kehati-hatian luar biasa, terutama karena wilayah tersebut merupakan habitat satwa dilindungi.

Baca juga:

Pahlawan Merapi yang Tak Terlupakan: Tutur Priyanto, Relawan yang ‘Menembus Batas’ Demi Kemanusiaan

Proses penyelamatan Rizki sendiri memakan waktu hingga 5 jam menggunakan tandu karena kondisi jalur yang sangat teknis. Keberhasilan evakuasi kedua pendaki ini menjadi pengingat bagi para pecinta alam mengenai risiko besar dan pentingnya menghormati adat istiadat serta aturan di kawasan konservasi Merapi.

Penulis: Red
  • Bagikan

Comment