Banyuwangi, tanganrakyat.id – Suasana haru menyelimuti kediaman Rizal Sampurna (23), pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, saat jenazahnya tiba pada Senin (12/5/2025) pukul 03.00 WIB. Rizal diduga kuat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.
Isak tangis keluarga dan warga pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans di Lingkungan Sukowidi, Klatak, Kalipuro. Proses pemulangan jenazah Rizal memakan waktu yang cukup panjang dan melelahkan.
“Alhamdulillah hari ini almarhum Rizal Sampurna bisa dipulangkan setelah proses yang sangat panjang dan melelahkan,” ujar Wawan Hariyanto, perwakilan kuasa hukum keluarga korban.
Seluruh biaya pemulangan jenazah Rizal dari Kamboja hingga tiba di Bandara Juanda Sidoarjo, mencapai 7.800 dollar Amerika, ditanggung oleh pihak perusahaan tempat Rizal bekerja di Kamboja. Selain itu, keluarga juga menerima santunan sebesar 1.000 dollar Amerika.
Perjalanan jenazah Rizal dari Bandara Juanda menuju rumah duka dikawal oleh ambulans bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan patwal dari Polresta Banyuwangi.
Sebelum meninggal, Rizal sempat bercerita kepada teman dekatnya, Anis Zulkarnain, bahwa ia dipekerjakan sebagai scammer di Kamboja. Rizal juga mengaku sering menerima perlakuan tidak manusiawi, termasuk diborgol saat bekerja.
Dijanjikan gaji 800 dollar AS per bulan, Rizal hanya menerima 300 dollar AS. Lebih miris lagi, Rizal mendapat ancaman akan dipindahkan ke Myanmar atau Vietnam jika tidak memenuhi target, wilayah yang disebutnya lebih berbahaya.
Sebelum kabar duka diterima, Rizal sempat menitipkan doa keselamatan kepada Anis dan keluarganya di Banyuwangi pada 16 Maret 2025. Namun, keluarga baru menerima kabar Rizal meninggal pada 7 April 2025, dengan informasi waktu kematian pada 17 Maret 2025.
Baca juga:
Viral, TKW Asal Batang Ditemukan Hidup Sendiri di Hutan Malaysia Setelah 19 Tahun Hilang
Keluarga dan kuasa hukum korban berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas kasus TPPO yang menimpa Rizal dan memastikan tidak ada lagi korban serupa di masa depan. Kisah tragis Rizal menambah daftar panjang WNI yang menjadi korban penipuan dan eksploitasi di luar negeri, menyoroti perlunya pengawasan dan perlindungan yang lebih ketat bagi pekerja migran.













Comment