Jakarta, tanganrakyat.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan kita akan kondisi dunia yang makin suram dan penuh ketidakpastian.
Bukan hanya bayang-bayang resesi, tapi juga ancaman nyata dari persaingan ekonomi, perang dagang, bahkan hingga potensi perang militer antar negara!
Dalam rapat paripurna DPR RI, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa perang dagang yang makin intens dan arah kebijakan ekonomi dunia yang tak menentu telah memperburuk kerapuhan ekonomi global sejak awal tahun. Dampaknya? Beberapa negara sudah merasakan kontraksi pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2025:
1. Korea Selatan: Kontraksi 0,1% (pertama kali sejak COVID-2020!)
2. Malaysia: Pertumbuhan melambat dari 4,9% (Q4-2024) menjadi 4,4% (Q1-2025)
3. Singapura: Penurunan signifikan dari 5% menjadi 3,8% (YoY)
“Globalisasi dan semangat kerja sama telah berubah menjadi fragmentasi dan persaingan sengit di semua segi,” ujar Sri Mulyani. Ini berarti blok kesepakatan perdagangan dan investasi yang dulu dibangun kini mulai diabaikan, digantikan oleh proteksionisme dan prinsip “my country first” yang mengancam tatanan global pasca Perang Dunia II.
Apa dampaknya bagi kita?
Situasi ini menciptakan gangguan rantai pasok global, melemahkan ekspor-impor, mendorong capital outflow, dan pada akhirnya mengancam stabilitas nilai tukar, memicu inflasi, serta menjaga suku bunga global tetap tinggi.
Sri Mulyani bahkan membandingkan kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 (kepada 145 negara mitra dagang!) dengan tarif ekstrem tinggi 125 tahun lalu.
“Jarum sejarah dunia seakan berputar balik mundur satu abad ke belakang di AS, atau bahkan mundur ke abad 16-18 sewaktu kebijakan Merkantilisme mendominasi dunia,” katanya. Ini juga berarti peran WTO sebagai penengah sengketa dagang kini de facto tidak berjalan!
Baca juga:
Indramayu Gaspol Koperasi Desa Merah Putih! Wabup Syaefudin Siap Gercep Demi Ekonomi Rakyat
Kondisi ini memicu perubahan tatanan sosial, politik, dan ekonomi di berbagai negara. Kita harus bersiap menghadapi volatilitas dan ketidakpastian yang makin intens!













Comment