Warga Cemas Dengan Adanya Destinasi Wisata Dekat Dengan Obyek Vital Nasional

  • Bagikan
Salahsatu Destinasi wisata Pantai yang berdekatan dengan Obyek Vital Nasional, perlu adanya penataan ulang mengingat keselamatan warga menjadi prioritas utama (Foto: Istimewa)

Indramayu, tanganrakyat.id – Ancaman bahaya laten yang mengintai di sekitar objek vital nasional, khususnya kilang minyak milik BUMN, kembali menjadi sorotan tajam di Indramayu. Pasca insiden kebakaran hebat pada 29 Maret 2021 malam, trauma mendalam masih menghantui warga, terutama mereka yang tinggal di desa-desa sekitar.

Kekhawatiran akan terulangnya bencana non-alam, seperti ledakan tangki, mendorong desakan agar objek wisata lokal yang berdekatan dengan fasilitas obyek  vital tersebut segera ditata ulang.

Aditya Firmansyah, S.Pd, S.H Sekretaris PPKHI (Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia) Kabupaten Indramayu (Foto: Istimewa)

Salah seorang warga Balongan, Jaka (49), mengungkapkan kekhawatiran yang masih kuat d benaknya. “Saya sangat trauma dengan kejadian tangki meledak tahun 2021. Apalagi desa saya di Balongan ini sangat dekat dengan objek vital,” ujar Jaka kepada awak media, Sabtu (31/5) pagi.

Ketakutan warga semakin menjadi-jadi, terutama saat musim hujan disertai petir. “Kalau pas hujan disertai petir, warga sini pada ketakutan, sangat khawatir jika terjadi bencana non-alam, kebakaran objek vital tersebut,” lanjut Jaka dengan nada cemas.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Hari kemarin (30/5) bahkan dilaporkan adanya ceceran minyak di wilayah Pantai Balongan, sebuah insiden yang dinilai Jaka bisa memicu bencana jika tidak segera ditangani. “Apalagi hari ini terjadi ceceran minyak di wilayah Pantai Balongan, ini bisa terjadi flash api (titik nyala)  jika kita teledor dan bencana pun pasti tidak terhindarkan,” tegasnya.

Aditya Firmansyah, S.Pd, S.H  Sekretaris PPKHI (Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia) Kabupaten Indramayu menambahkan ini menjadi  potensi bahaya yang mengintai, hingga berharap agar semua pemangku jabatan yang berhubungan dengan objek vital dapat segera menindaklanjuti harapan warga.

Penataan ulang objek wisata lokal yang terlalu dekat dengan area sensitif kilang menjadi salah satu opsi mendesak yang diajukan, demi meminimalisir risiko dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Insiden kebakaran Kilang Pertamina Balongan pada 2021 lalu menjadi pengingat pahit akan dampak dahsyat dari bencana industri. Keberadaan objek wisata lokal yang secara geografis berdekatan dengan fasilitas berisiko tinggi dikhawatirkan akan memperparah dampak jika terjadi insiden serupa di kemudian hari.

Baca juga:

Tragedi di Pantai Congot: Satu Nelayan Tewas, Satu Lagi Hilang Terseret Ombak

Oleh karena itu, langkah proaktif dari pihak BUMN yaitu  PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Regional Balongan harus bertindak tegas jangan sampai ada korban dari aktivitas warga di Pantai karena masuk obyek vital nasional dan pemerintah daerah sangat dinantikan untuk mencegah potensi bencana dan melindungi keselamatan warga Indramayu. Bagaimanapun keselamatan warga Indramayu menjadi prioritas utama.

  • Bagikan

Comment