oleh

BEM Untag Minta Jokowi Copot Menteri Perdagangan

Tanganrakyat.id, Banyuwangi-Rencana impor beras di masa sulitnya ekonomi karena adanya kondisi pandemi Covid-19 membuat mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ini Turun kejalan menuju Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi. Rabu, (31/3).

Menurut Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fina Sofiatul menyebut dalam Undang-Undang Nomor 18 th 2012 Pemerintah harus mengutamakan produksi pangan dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan nasional,

Akan sangat berbanding terbalik dengan kebijakan impor 1 juta ton beras yang digulirkan pemerintah (Kementerian Perdagangan) rencana impor 1 juta ton beras di tengah masa panen raya padi yang akan terjadi antara bulan Maret hingga April secara kasat mata merugikan petani, harga dan permintaan beras di masyarakat akan turun, Jelas ini sangat menciderai Pertani, Ujar vina

Petani saat ini sudah sengsara dengan adanya pandemi Covid-19, ditambah lagi dengan adanya rencana impor beras. Padahal direktur utama perum bulog Budi Waseso meyakini adanya potensi surplus beras tahun ini. Potensi produksi ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Presiden Joko Widodo mengakui memang ada Memorandum of Understanding (MoU) dengan Thailand dan Vietnam soal impor beras, yang sifatnya untuk berjaga-jaga mengingat situasi pandemi Covid-19 yang penuh ketidakpastian. Selain itu rencana ini juga berseberangan dengan kebijakan pangan dan kampanye Jokowi untuk membenci produk luar.

Baca juga:Bupati Banyuwangi Resmi Dilantik, Ini Harapan Ketua BEM FPP Untag

Selain itu ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 juga meminta Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi karena dinilai tidak pro terhadap nasib petani & Rakyat Kecil. (Taufik)

Komentar

News Feed