Indramayu, Jawa Barat, tanganrakyat.id – Sebuah skandal besar mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu. Manipulasi data pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terkuak, mengancam masa depan ribuan siswa. Pengamat pendidikan, Taufid Chaniago, turun tangan memberikan bukti-bukti kuat kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu untuk mengusut tuntas kasus ini.
Data yang diserahkan Taufid Chaniago, berupa rapor pendidikan Kabupaten Indramayu dari Kementerian Pendidikan RI, menunjukkan penurunan mutu yang drastis pada sekolah non-formal (PKBM) pada tahun 2023-2024. Temuan ini sejalan dengan pernyataan Kejari Indramayu yang menyebut adanya pemalsuan data pendidikan, membuat Indramayu dicap “bodoh” oleh pemerintah pusat.
Baca juga:
Luncurkan program Jaket, PKBM Indramayu sambut baik program Bupati Nina
Program unggulan Bupati Indramayu sebelumnya, Nina Agustina, yaitu Jaket (Kejar Paket), yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan melalui PKBM, kini berada di ujung tanduk. Taufid Chaniago mendesak pemerintah daerah yang baru, Lucky – Syaefudin, untuk segera melakukan evaluasi dan audit keuangan terhadap PKBM, yang diduga sarat penyimpangan. Ujar Taufid Chaniago: “Saya Akan Kawal Kasus Ini Sampai Tuntas!” Sabtu Pahing (1/3/2024). di Kantornya Jl. Raya Panyindangan Wetan, Sindang, Plumbon, Kec. Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Baca juga:
Penguji Tak Kompeten, Coreng nama Universitas Muhammadiyah Jakarta
Dengan tegas, Taufid Chaniago menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga berencana membawa aspirasi ini ke DPRD Indramayu. Kasus ini telah memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi, dan masyarakat Indramayu menanti keadilan ditegakkan.
Baca juga:
Indramayu Diduga Manipulasi Data Pendidikan, Kejari Turun Tangan
Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi momentum untuk membersihkan dunia pendidikan Indramayu dari praktik-praktik kotor













Comment