Madina, tanganrakyat.id – Air Sungai Batang Natal yang dulu jernih membiru, kini berubah keruh kecoklatan. Aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) di hulu sungai dituding sebagai biang keladi kehancuran ekosistem sungai kebanggaan masyarakat Mandailing Natal (Madina) ini.
Kondisi memprihatinkan ini sontak membuat tokoh nasional asal Madina, Todung Mulya Lubis, berang. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Todung membagikan foto memilukan kondisi Sungai Batang Natal yang tak lagi layak digunakan sebagai sumber penghidupan maupun kebutuhan sehari-hari.
“Dulu sungai ini sangat jernih, karena ulah tangan-tangan nakal yang berusaha merusak lingkungan, kini sungai Batang Natal yang menjadi kebanggaan masyarakat Madina tak lagi bisa digunakan sebagai sumber pencaharian maupun Mandi, Cuci, Kakus (MCK),” tulis Todung dalam unggahannya.
Tak hanya menyuarakan keprihatinan, Todung juga melayangkan permintaan tegas kepada Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara untuk segera turun tangan menertibkan aktivitas PETI yang diduga dibiarkan oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum setempat.

Residivis PETI Diduga Kembali Beraksi, Aparat Terkesan Bungkam
Investigasi tim media mengungkap dugaan keterlibatan residivis kasus PETI, AAN, dalam aktivitas penambangan ilegal di hulu Sungai Batang Natal, tepatnya di sekitar Ujung Kampung Sipogu. Warga setempat yang enggan disebutkan namanya membenarkan dugaan tersebut.
“Benar bang. diduga AAN ada main di Ujung Kampung Sipogu. Berbatasan dengan desa Ampung Padang tepatnya lahan milik Cepin. Tapi kami ga tau siapa kawannya main,” ungkap seorang warga. Senin (10/03/2025).
Ironisnya, Kapolsek Batang Natal, AKP Hendra Siahaan, bungkam saat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon tidak membuahkan hasil.
Sementara itu, Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh, melalui Plh. Kasi Humas Polres Madina, Iptu Bagus Seto, berjanji akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut.
“Terimakasih informasinya, kita akan segera cek kebenarannya,” tegas Iptu Bagus Seto.
Masyarakat Menanti Tindakan Nyata
Kerusakan lingkungan akibat aktivitas PETI di Sungai Batang Natal telah mencapai titik mengkhawatirkan. Masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan mata pencaharian mereka kini menjadi korban.
Desakan Todung Mulya Lubis dan temuan di lapangan menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum dan perlindungan lingkungan di wilayah ini membutuhkan perhatian serius.
Baca juga:
Masyarakat menanti tindakan nyata dari aparat penegak hukum untuk menghentikan aktivitas PETI dan memulihkan kembali ekosistem Sungai Batang Natal.













Comment