Madina, tanganrakyat.id – Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelataran Masjid Agung Nur Alan Nur, Aek Godang, Panyabungan, Minggu (30/3/2025) malam. Di tengah guyuran hujan deras yang tak kunjung reda sejak siang, Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, dan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution, bersama jajaran Forkopimda, memimpin langsung pelepasan pawai takbiran yang meriah.
Tujuh truk bak terbuka, puluhan mobil pribadi, dan ratusan warga Madina tumpah ruah dalam barisan pawai, mengumandangkan takbir yang menggema di seluruh penjuru kota. Bupati Saipullah, dengan penuh semangat, mengibarkan bendera tanda dimulainya pawai, menandai malam kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

“Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang meraih kemenangan di hari yang fitri ini,” ujar Bupati Saipullah, dengan suara lantang, disambut gemuruh takbir dari ribuan peserta pawai.
Di tengah suasana sukacita, pesan damai dan toleransi terus digaungkan. Kapolres Madina, Arie Sopandi, mengingatkan para peserta pawai untuk menjaga ketertiban dan keselamatan, terutama bagi para remaja yang berada di atas truk bak terbuka. “Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Mari kita rayakan Idulfitri dengan penuh kedamaian,” tegasnya.
Tak hanya itu, Kapolres juga memberikan peringatan keras terhadap potensi kericuhan. “Jika ada yang berani membuat onar, kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku!” serunya, memastikan malam takbiran berjalan aman dan kondusif.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang tak sedikit pun menyurutkan semangat warga Madina. Bupati, wakil bupati, dan kapolres pun larut dalam barisan pawai, bersama Sekdakab Alamulhaq Daulay, Ketua TP PKK Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, serta para asisten dan kepala OPD.
Baca juga:
Warga Madina Geram, Penambangan Emas Ilegal Ancam Masjid dan Cemari Sungai Batang Gadis
Pawai takbiran ini menempuh rute sepanjang jalan protokol, mulai dari Masjid Agung, Simpang Ladang Sari, Jalan Jenderal Abdul Haris Nasution, hingga kembali ke Simpang STAIN. Gemuruh takbir terus berkumandang, memecah keheningan malam, membawa suka cita Idulfitri ke setiap sudut kota.
Malam itu, Madina bersatu dalam gemuruh takbir, merayakan kemenangan dengan penuh syukur dan suka cita. Idulfitri 1446 H menjadi saksi bisu kebersamaan dan kedamaian di Bumi Gordang Sambilan.













Comment