Tragedi di Laut Jawa: Dua ABK Asal Indramayu Diduga Dibunuh Rekan Kerja, 10 Orang Jadi Tersangka!

  • Bagikan
Tragedi di Laut Jawa: Dua ABK Asal Indramayu Diduga Dibunuh Rekan Kerja, 10 Orang Jadi Tersangka! (Foto: Red)

Indramayu , Jawa Barat, tanganrakyat.id – Kabar duka dan pilu menyelimuti Indramayu setelah dua warganya, Anton dan Kunedi, yang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal (ABK), diduga menjadi korban pembunuhan di Perairan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Ironisnya, pelaku yang diduga menghabisi nyawa kakak beradik yang bekerja sebagai nakhoda dan kepala kamar mesin di kapal KM Vizz Jaya 2 GT 30 itu adalah rekan kerja mereka sendiri.

Kasus tragis ini terungkap setelah laporan resmi dari kerabat korban, Diyana (36), ke Polda Jawa Tengah pada 23 April 2025. Diyana menuturkan, Anton sempat berkomunikasi melalui panggilan video WhatsApp saat kapal yang membawa 12 ABK itu bertolak dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, pada 27 Februari 2025.

Tujuan pelayaran mereka adalah perairan sekitar Kalimantan untuk mencari ikan dan cumi. Namun, seiring berjalannya waktu, komunikasi dengan Anton dan adiknya, Kunedi, terputus. Diyana yang khawatir kemudian menghubungi pemilik kapal dan mendapati kenyataan pahit: kapal KM Vizz Jaya 2 ditemukan terdampar di Karimunjawa.

“Kontak terakhir dengan Anton terjadi pada 27 Maret 2025 sekitar pukul 03.00 WIB, saat mereka mengabari akan makan sahur. Kemudian, pihak keluarga ikut melakukan pencarian di sana,” ungkap Diyana dengan nada sedih, Kamis (1/5/2025).

Kecurigaan keluarga semakin menguat ketika aparat TNI AL dan kepolisian yang memeriksa kapal hanya menemukan 10 ABK dari total 12 orang yang berangkat.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, terungkap fakta yang mengerikan: Anton dan Kunedi diduga kuat menjadi korban pembunuhan oleh rekan-rekan mereka sendiri.

“Pengakuannya (dari para ABK), sempat cekcok adu mulut sampai pemukulan, mayatnya dibuang ke laut,” lanjut Diyana, mengungkapkan pengakuan yang didapat pihak keluarga.

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Jawa Tengah bergerak cepat dan menetapkan seluruh 10 ABK yang selamat sebagai tersangka. Mereka adalah IF (35), MIH (19), H (23), YDM (29), FP (35), RAS (23), AW (22), MRF (26), AS (51), dan MF (21), yang berasal dari berbagai wilayah di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Jateng, AKBP Daryanto, membenarkan penangkapan para tersangka. “Para tersangka sudah ditangkap, benar ada kejadian tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Sementara itu, pencarian terhadap jenazah Anton dan Kunedi masih terus dilakukan. Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, juga membenarkan kasus tersebut dan menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di wilayah perairan Karimunjawa. “Oh itu yang kapalnya sempat berlayar ke Kalimantan, kemudian ditemukan di Karimunjawa Jepara, iya ada, kasusnya yang tangani Polair,” tambahnya.

Kasus dugaan pembunuhan dua ABK asal Indramayu ini sontak menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat. Motif di balik tindakan keji para tersangka hingga kini masih menjadi misteri dan terus didalami oleh pihak kepolisian.

Baca juga:

Jurnalis Muda di Banjarbaru Jadi Korban Pembunuhan Sadis, Oknum TNI AL Diduga Pelaku Utama

Perkembangan terkini dari kasus ini tentu akan terus dinantikan, seiring dengan harapan agar keadilan dapat ditegakkan bagi Anton dan Kunedi.

  • Bagikan

Comment