Cirebon, tanganrakyat.id – Sebuah kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Raya Evakuasi, Kota Cirebon, pada Senin (18/8/2025), bukan hanya menyisakan tumpukan puing, tetapi juga cerita tentang ketegangan dan permintaan maaf.
Kobaran api dan asap hitam pekat yang membumbung tinggi sempat memicu kepanikan warga. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon, ditambah satu unit dari Kabupaten Cirebon, dikerahkan untuk memadamkan api.
Di tengah upaya pemadaman yang intens, suasana sempat memanas. Sebuah video amatir menunjukkan seorang warga memarahi petugas damkar karena dianggap lambat. Bahkan, terdengar ucapan kasar yang menuduh petugas “makan gaji buta.”
Namun, insiden itu tidak berujung panjang. Ketua RW setempat dan salah satu warga yang terlibat dalam cekcok tersebut segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Mereka mengakui bahwa kegaduhan itu murni akibat kepanikan yang melanda.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Penyelamatan DPKP Kota Cirebon, Nurjaman, menanggapi dengan bijak. Pihaknya memilih untuk tidak memperpanjang masalah, karena memahami kondisi emosional warga di lokasi kejadian. “Kami sangat memaklumi kepanikan warga saat kejadian kebakaran,” ungkapnya. Selasa (19/8).
Baca juga:
Syukurlah, dalam waktu sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa menimbulkan korban jiwa. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik musibah, ada kemanusiaan dan saling pengertian yang harus diutamakan.













Comment