Cirebon, Jawa Barat, tanganrakyat.id – Karnaval Muludan Gegesik, acara tahunan yang seharusnya menjadi puncak kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Cirebon, berakhir dengan insiden yang sangat disayangkan. Acara yang digelar pada Rabu (10/9/2025) di Alun-alun Gegesik ini mendadak ricuh saat karnaval berlangsung, membuat para peserta dan penonton terkejut.
Karnaval yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini pada awalnya berjalan meriah. Ribuan warga Kecamatan Gegesik tumpah ruah di sepanjang rute karnaval, yaitu dari Alun-alun Gegesik, melewati Desa Gegesik Kidul, Gegesik Wetan, dan Panunggul, sebelum kembali ke titik awal. Berbagai atraksi budaya dan kesenian tradisional ditampilkan, menciptakan suasana suka cita yang kental.
Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, suasana berubah tegang. Menurut salah satu saksi mata, Indri, terjadi keributan yang tak terduga. “Tapi engga tau kenapa tiba-tiba terjadi keributan, dan saling pukul,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Insiden ini sontak mencoreng kesakralan acara keagamaan yang sudah menjadi tradisi turun-temurun. Muhammad Raihan Zaky, seorang warga yang ikut serta dalam karnaval, turut menyayangkan kejadian ini.
“Hal ini sangat disayangkan, acara yang sangat sakral malah diciderai dengan keributan,” katanya.
”Harapannya janganlah acara yang sakral gini menjadi ternodai oleh orang-orang engga bertanggung jawab, jadikanlah kota Cirebon ini tenteram bagi semua orang,” tambah Indri, berharap kejadian serupa tidak terulang.
Baca juga:
Polisi Tetapkan 28 Tersangka dalam Kerusuhan DPRD Cirebon, Mayoritas Pelajar
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib mengenai penyebab pasti dan kronologi kericuhan tersebut.













Comment