Jenazah 3 ABK Korban Tenggelam Kapal Perahu Nelayan Indramayu Tiba di Rumah Duka

  • Bagikan
Jenazah 3 ABK Korban Tenggelam Kapal Perahu Nelayan Indramayu Tiba di Rumah Duka (Foto: Istimewa)

Indramayu, tanganrakyat.id – Tiga jenazah anak buah kapal (ABK) korban tenggelamnya kapal perahu nelayan Safinatun Rozak Grosston 29 di perairan Kalimantan akhirnya tiba di rumah duka di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (2/2/2025). Ketiga korban, yaitu Wahyudi (nakoda), Saidi, dan Topik, langsung dimakamkan di TPU Paoman Utara.

Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi proses pemakaman ketiga korban. Suasana duka sangat terasa di rumah duka maupun di TPU.

Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya menceritakan detik-detik sebelum kejadian nahas tersebut. Menurutnya, saat itu ombak besar datang secara tiba-tiba dan menghantam perahu mereka yang sedang berlabuh jangkar.
“Ombaknya besar sekali, kami tidak bisa melihat apa-apa. Tiba-tiba perahu kami terbalik,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa saat kejadian, beberapa ABK berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada gabus. Namun, ada juga yang tidak berhasil dan akhirnya tenggelam.

“Kami sudah berusaha mencari mereka, tapi karena gelap dan ombak besar, kami tidak bisa menemukan mereka,” lanjutnya.

Saksi tersebut juga mengungkapkan bahwa perahu yang mereka gunakan tidak diasuransikan. Hanya saja, para ABK memiliki KTA nelayan.
Sementara itu, satu korban lainnya, Bagus Adriyana, hingga saat ini masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian.
Berikut adalah nama-nama korban yang selamat:
* Karno
* Kasan
* Rohidin
* Suwandi
* Suwarno
* Wartono
Pencarian Korban Hilang Masih Terus Dilakukan.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan, yaitu Bagus Adriyana. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian, yaitu di perairan Kalimantan.
“Kami akan terus berupaya mencari korban yang hilang hingga ditemukan,” kata seorang anggota tim SAR.
Keluarga Berharap Korban Segera Ditemukan

Baca juga:

Misteri Pagar Laut 30 Km di Tangerang: Ancaman Terhadap Kehidupan Nelayan dan Ekosistem Laut

Keluarga korban berharap agar Bagus Adriyana segera ditemukan. Mereka juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Kami berharap agar semua korban segera ditemukan,” kata seorang anggota keluarga korban.

  • Bagikan

Comment