oleh

Kejagung Pantau Kegiatan Sekte Baru Shinsei Bukkyo

-Hukum, Nasional-1.083 views

Tanganrakyat.id – Jakarta – Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen dibawah kendali Direktur Sosial Budaya dan Kemasyarakatan atau Direktur B, melakukan tindak lanjut terkait kasus munculnya aliran kepercayaan baru yakni Shinsei Bukkyo yang dimotori oleh Rudy Chandra.

Direktur B, Yusuf yang dikonfirmasi mengatakan berdasarkan laporan masyarakat, pemberitaan di media massa dan media sosial, aliran sekte Shinsei Bukkyo, yang menyebut Rudi Chandra sebagai Tuhan, dinilai menganggu ketentraman dan ketertiban umum di desa Citarunggal, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Karena itu kami sedang memonitor kegiatan sekte SB tersebut, dengan Bakor (Badan Koordinasi) Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat) Kabupaten Bogor,” ucap Yusuf saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Yusuf menandaskan, pihaknya telah meminta Bakor Pakem setempat menggelar rapat untuk mengusut kebenaran informasi tersebut sekaligus menjaga ketentraman masyarakat.

“Hal ini dilakukan agar terjaga ketentraman dan ketertiban umum dalam rangka deteksi dini, cipta kondisi dan cipta opini, supaya memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, selaku Ketua Bakor Pakem melakukan rapat koordinasi dan sinergitas dengan instansi/lembaga terkait. Nantinya pimpinan Kejagung menerima laporan secara berjenjang hingga 4 Januari 2019 mendatang,” ungkap Yusuf.

Sebelumnya telah diberitakan beberapa media, aliran Shinsei Bukkyo belum masuk di Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Aliran Buddha dari Jepang yang ada dan diakui Walubi adalah Nichiren Shoshu.

Walubi merupakan wadah kebersamaan organisasi umat Buddha Indonesia yang terdiri dari Majelis-Majelis Agama Buddha, Lembaga Keagamaan Buddha, Dewan Sangha, Badan Kehormatan dan Wadah Kemasyarakatan yang bernapaskan Agama Buddha.

Shinsei Bukkyo merupakan agama Budha baru yang berkembang di Jepang sejak 1954. Ajaran ini dikembangkan Toraibutsu yang mereka kenal sebagai utusan Tuhan.(Red)

Komentar

News Feed