Jakarta, tanganrakyat.id – Ditengah kampanye efisiensi ala Presiden Prabowo, gelombang dugaan pemborosan justru menerjang PT PLN (Persero). Ironisnya, praktik tak terpuji ini terjadi saat PLN tengah berjuang menagih tunggakan listrik dari masyarakat yang kian terhimpit ekonomi.
Bukan sekadar rumor! Setelah sebelumnya disorot karena berbagai gelaran acara besar, kini dugaan pemborosan PLN terendus melalui serangkaian proyek “wah” yang dinilai tak masuk akal di tengah kondisi ekonomi sulit.
Investigasi eksklusif mengungkap, anggaran fantastis hingga puluhan miliar rupiah diduga mengalir deras untuk proyek-proyek kontroversial. Apa saja?
Mulai dari renovasi basement parkiran super mewah yang diperuntukkan khusus Direktur Utama dan Executive Vice President, hingga pembangunan kamar rahasia bak bunker bintang lima untuk sang Dirut, Darmawan Prasodjo!
Bayangkan saja, basement parkiran direnovasi dengan epoxy coating, sebuah pelapis lantai premium yang harganya bisa mencapai setengah juta rupiah per meter persegi! Tak hanya itu, proyek yang disinyalir disetujui oleh EVP Umum PLN, Arsyadani Ghana Akmalaputri, ini juga meliputi pemasangan lampu taman dan pemugaran tiga ruang rapat di lantai 16 Kantor Pusat PLN dan Wisma Tirtayasa 99.
Yang lebih mencengangkan, di Wisma Tirtayasa 99, dibangun sebuah kamar khusus Dirut yang diklaim kedap suara dan anti sadap! Fasilitas ini disebut-sebut layaknya kamar hotel bintang 5 yang super privat.
Tak berhenti di situ, lantai 16 Kantor Pusat PLN yang semula kosong, kini disulap menjadi lapangan badminton dan ruang rapat eksklusif. Bahkan, dibangun pula kamar ganti pribadi untuk Dirut lengkap dengan kasur, serta kamar ganti untuk EVP TCO!
“Infonya yang mengerjakan proyek itu ‘orang dekat’ Pak Dirut,” ungkap sumber terpercaya di PLN Pusat, Senin (5/5/2025).
Sumber tersebut menambahkan, total nilai proyek ini ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Namun, yang lebih janggal, proyek sebesar ini diduga kuat dilakukan tanpa melalui proses tender.
“Lah kan memang nilainya puluhan miliar, tapi Penunjukan Langsung karena itu dibagi sejumlah paket, dipecah-pecah gitu, jadi nilainya kan jadi kecil,” beber sumber tersebut.
‘Srikandi’ Berpengaruh di Balik Layar Pemborosan PLN?
Sorotan tajam juga mengarah pada sosok EVP Umum PLN, Arsyadani Ghana Akmalaputri. Wanita yang dikenal dengan sapaan akrab Arsya ini disebut-sebut memiliki pengaruh luar biasa di lingkungan PLN.
Kedekatannya dengan Darmawan Prasodjo disinyalir menjadi kunci mulusnya berbagai kebijakan yang ia ajukan. Tak heran, semua keputusannya seolah mendapat “lampu hijau” dari sang pucuk pimpinan.
Bahkan, santer beredar kabar bahwa Arsya memiliki andil besar dalam meroketnya karier sang suami. Sumber di internal PLN mengungkapkan, suami Arsya yang bernama Rahmad Mulia, yang sebelumnya hanya menjabat sebagai Manager Sub Bidang (MSB) di PLN UIP Jatim, kini tiba-tiba menduduki posisi strategis sebagai SRM KKU di PLN UID Banten.
“Iya, sebelumnya suaminya itu MSB, kok tiba-tiba langsung jadi SRM. Itu kan lompatan jabatan yang luar biasa dan jelas tidak sesuai prosedur,” sindir sumber tersebut.
“Kalau ikut aturan, harusnya jadi manajer unit dulu. Memang luar biasa Bu Arsya ini pengaruhnya.”
Baca juga:
Panas Podcast Refly Harun: IWO, Desak KPK Usut Dugaan Manipulasi Keuangan Rp18 Triliun di PLN!
Skandal dugaan pemborosan dan praktik nepotisme di tubuh PLN ini tentu menjadi tamparan keras bagi citra BUMN dan program efisiensi pemerintah. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran yang fantastis ini.













Comment