Miris! Siswa SMP di Indramayu Tak Bisa Baca, Lulusan SMA Pun Gagal Hitung 3×4

  • Bagikan
Miris! Siswa SMP di Indramayu Tak Bisa Baca, Lulusan SMA Pun Gagal Hitung 3x4 (Foto: Red)

Indramayu, tanganrakyat.id – Fenomena memprihatinkan terungkap di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sejumlah siswa yang terjaring razia bolos sekolah oleh Satpol PP ternyata memiliki kemampuan akademik yang sangat rendah.

Bahkan, ada siswa kelas 9 SMP yang sama sekali tidak bisa membaca, sementara siswa kelas 12 SMA tak mampu menyelesaikan perkalian sederhana seperti 3×4.

​Kondisi ini pertama kali diketahui oleh Satpol PP saat merazia 10 siswa yang bolos di areal Makam Selawe, Sindang, pada Senin (11/8). Para siswa kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Di situlah fakta mengejutkan ini terkuak, membuat Bupati Indramayu, Lucky Hakim, terkejut.

​Dalam sebuah video yang menjadi viral, Lucky Hakim mengungkapkan kekagetannya. “Saya kaget banget lihat video ketika Kasatpol PP Indramayu merazia anak-anak yang lagi bolos sekolah,” ujarnya pada Senin (18/8).

​Ia menambahkan, setelah berkoordinasi dengan jajarannya, diketahui bahwa kasus serupa tidak hanya menimpa satu atau dua siswa. “Ternyata memang banyak, banyak anak lulus SD yang tidak bisa baca,” kata Lucky.

​Bupati Lucky Hakim langsung mencari tahu penyebab fenomena ini. Beberapa dugaan muncul, termasuk masalah kurikulum dan undang-undang pendidikan. Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah dan dunia pendidikan.

​”Kita tuh membangun kabupaten dengan segala upaya tapi kalau misalnya banyak orang-orang yang sudah umur belasan tahun dan pernah sekolah terus gak bisa baca… Kalau gak pernah sekolah mungkin nanti kita training atau kita latih, tapi ini masalahnya masih sekolah terus gak bisa baca, ini gimana,” ungkapnya penuh keprihatinan.

​Lucky Hakim juga menyoroti ironi ini, di mana siswa yang seharusnya sudah memiliki kemampuan literasi dasar justru gagal. Ia pun meminta adanya peran serta dari pemerintah pusat untuk bersama-sama mencari solusi atas persoalan serius ini.

Baca juga:

Siswa SMK di Indramayu Bunuh Diri Setelah Dikeluarkan, Pengacara Soroti Tanggung Jawab Sekolah

​Fenomena ini menjadi cermin bahwa ada yang salah dalam sistem pendidikan, di mana anak-anak bisa naik kelas hingga jenjang SMP dan SMA tanpa menguasai kemampuan dasar seperti membaca dan berhitung. Kasus ini diharapkan dapat memicu evaluasi mendalam untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas.

  • Bagikan

Comment